in

Dispertan Kendal Gandeng FPP Undip Guna Optimalisasi Tata Kelola Manajemen LKMA

Dekan FPP Undip, Prof Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetyo menyerahkan cenderamata kepada Kepala Dispertan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati di Kampus FPP Undip, Rabu (16/11/2022).

HALO KENDAL – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kendal, berkunjung dan beraudiensi ke Fakultas Peternakan dan Petanian Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu (16/11/2022).

Rombongan dipimpin oleh Kepala Dispertan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dewi Apriliani, serta para staf Dispertan Kendal.

Rombongan disambut Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip, Prof Dr Ir Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetyo, MS, MAgr, IPU, Wakil Dekan I Dr Ir Limbang Kustiawan Nuswantara, SPt, MP, IPU, dan Wakil Dekan II, Agus Setiadi, SPt, MSi, PhD, serta para dosen.

Kepala Dispertan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati menyampaikan, kunjungannya bersama rombongan dalam rangka menjajagi kerja sama yang akan dijalin bersama FPP Undip.

“Kunjungan kami ke Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro ini dalam rangka silaturahmi, sekaligus ingin menjalin kerja sama dengan akademisi, terkait dengan dukungan pengelolaan manajemen LKMA,” ungkapnya.

Menanggapi yang disampaikan Kadispertan Kendal, Dekan FPP Undip Semarang, Prof Bambang Waluyo Hadi Eko Prasetyo menyambut baik apa yang menjadi tujuan dari Dispertan Kendal.

“Tujuan kita adalah mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). Sehingga ini adalah tujuan yang bagus, dan Undip siap mendukung pendampingan dalam operasional manajemen LKMA tersebut,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Sarpras Dispertan Kendal, Dewi Apriliani dalam pemaparannya mengungkapkan, mulai tahun 2008, ada bantuan dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dari Kementerian Pertanian untuk 277 Gapoktan yang tersebar di Kendal.

“Masing masing gabungan kelompok tani menerima Rp 100 juta untuk digulirkan kepada anggotanya,” ungkapnya.

Dijelaskan, sebagai pelaksana kegiatan fasilitasi pembiayaan, Dispertan Kendal mempunyai peran dalam pelaksanakan koordinasi dengan instansi lain. Baik Dinas Koperasi, DMPTSP, maupun OJK.

Kemudian melaksanakan identifikasi dan inventarisasi kebutuhan LKMA dengan memetakan grade, dan mengalokasikan anggaran untuk imbal jasa penjaminan. Selanjutnya melaksanakan pembinaan, pendampingan, pemantauan dan evaluasi, memfasilitasi peningkatan SDM seperti pelatihan, studi dan kompetensi.

“Berikutnya memfasilitasi pembiayaan dilanjutkan temu pembiayaan, lanjut ke kredit usaha rakyat (KUR) maupun CSR. Serta dukungan dan pendampingan dalam pengembangan inovasi kemudian inkubator model bisnis pertanian,” lanjut Dewi.

Dirinya juga mengungkapkan, untuk kondisi saat ini, jumlah LKMA aktif sedikit, juga tata kelola manajemen belum optimal, pengawasan LKMA rendah, pemahaman SDM masih terbatas dan belum adanya reward/gaji bagi pegawai.

“Sedangkan yang diharapkan, jumlah LKMA aktif bertambah, pelatihan manajemen usaha, adanya tim khusus pengawasan, dibarengi SDM berkompeten, dan pemberian gaji yang sesuai,” papar Dewi.

Untuk itulah, maksud dan tujuan adanya kerja sama antara Dispertan Kendal dengan pihak perguruan tinggi, dalam hal pendampingan SDM LKMA. Kemudian dituangkan kerja sama dalam bidang inkubator bisnis.

“Rencana aksi optimalisasi tata kelola manajemen LKMA, dengan pilot project LKMA Anugerah Tani Makmur, di Desa Tampingwinarno Kecamatan Sukorejo. Dengan menerapkan pedoman tata kelola LKMa yang baru disusun,” jelasnya.

Dewi juga mengungkapkan, selama ini kendala atau masalah yang dihadapi, yakni kesulitan dalam mengakses permodalan untuk mengembangkan pertanian, dan jumlah LKMA yang masih sedikit, juga tata kelola manajemen LKMA selama ini belum optimal. Sehingga perlu intervensi dan perlu pendampingan. Selain itu juga kurangnya pengetahuan SDM untuk pengelolaan LKMA, serta pengawasan LKMA yang masih rendah.

“Itulah kenapa Dinas Pertanian dan Pangan Kendal menggandeng Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip untuk melakukan pendampingan dalam SDM LKMA,” pungkas Dewi. (HS)

Komitmen Jajaran Pemkot Semarang untuk Majukan Perindustrian

Kiai Pesantren Krapyak Ungkap Tantangan Pembelajaran Al-Qur’an