in

Diskusi di Radio Kartini, Komisioner KPU Ini Tegaskan KPPS Jadi Ujung Tombak

Dialog interaktif bertajuk “Mewujudkan Pemilu Berintegritas” di Radio Kartini, Kamis (26/9/2024). (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan “wajah” pemilu di suatu wilayah, sangat tergantung pada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Mereka adalah ujung tombak pemungutan suara.

Hal itu ditegaskan oleh Komisioner KPU Kabupaten Jepara, Muhammadun dalam dialog interaktif bertajuk “Mewujudkan Pemilu Berintegritas” di Radio Kartini, Kamis (26/9/2024).

Talkshow dipandu Muhammad Safrudin, Subkoordinator Bidang Media Massa Diskominfo Kabupaten Jepara sebagai moderator.

Lebih lanjut Muhammadun mengatakan dalam proses pemungutan suara, KPU melakukan rekapitulasi. Namun data yang dihimpun itu adalah hasil kerja KPPS.

“Merekalah ujung tombak pemungutan suara. Wajah pilkada kita seperti apa ditentukan oleh KPPS,” kata Muhammadun, seperti dirilis jepara.go.id.

Dia juga menguraikan bahwa pemilu Indonesia yang menjadi agenda 5 tahun sekali, merupakan satu dari banyak indikator dalam indeks demokrasi.

Adapun indeks demokrasi, dipengaruhi banyak unsur, misalnya pelayanan kepada publik, kemerdekaan berekpresi, kebebasan pers, dan hal-hal lain yang termasuk birokrasi.

Semuanya masuk dalam hitungan yang nantinya memperbaiki demokrasi. Sebab, pemilu akan memilih hal-hal yang strategis, misalnya presiden, gubernur, bupati atau wali kota. Dari pemilu akan ditentukan siapa sosok yang akan menduduki posisi itu.

Muhammadun menyebutkan, demokrasi di daerah dipengaruhi pilkada dan pemilu, untuk menghasilkan pemimpin yang dinilai baik oleh mayoritas pemilih.

Muhammadun menjelaskan bahwa KPU telah memulai tahapan-tahapan pemilu sejak Januari 2024.

“Sakarang ini tahapan kampanye kemudian masa tenang, pencoblosan, proses rekap sudah setelah itu penetapan, kalau ada sengketa ada acara di MK,” terang Muhammadun.

Komisioner KPU itu membeberkan 4 kunci untuk menjaga integritas pemilu.

“Kuncinya ada 4, pemilu maupun pilkada. Yaitu menjaga integritas penyelenggara pemilu, integritas peserta pilkada, integritas pemilih, integritas penyelenggaraan pemilu,” kata dia.

Kabid Komunikasi Diskominfo Kabupaten Jepara, Heru Purwanto turut menjelaskan mengenai peran dari Diskominfo dalam pemilihan bupati.

Ia berujar bahwa banyak kegiatan yang tidak teranggarkan tetap dilaksanakan agar pemilihan kepala daerah berjalan dengan baik.

“Kita menggunakan semua kanal yang kita punya, saat ini kanal-kanal media sosial. Namun komunikasi 2 arah atau tatap muka langsung tetap dilakukan karena masih efektif. Masyarakat langsung mendapatkan jawaban. Kalau di media sosial masih ada jeda,” terang Heru.

Heru berharap akan berjalan kondusif. “Ciptakan suasana kondusif agar terwujud hasil pilkada yang positif,” kata Heru. (HS-08)

BKPP Demak Tekankan Pentingnya Implementasi Core Value Ber-AKHLAK Bagi ASN

Antisipasi Bahaya Kebakaran, Pengelola TPA Bandengan Jepara Gelar Simulasi Pemadaman