in

Dinyatakan Sehat, PT BPR Bapera Batang Minta Tambahan Modal Rp 5 Miliar

FGD PT BPR Bapera Batang, di Hotel Santika, Cirebon, Jawa Barat, belum lama. (Foto : batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Setelah dinyatakan sebagai perbankkan sehat dan efisien oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (Bapera) Kabupaten Batang, mengajukan permintaan tambahan modal Rp 5 miliar, pada Pemkab Batang.

Direktur PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (Bapera) Kabupaten Batang, Aji Setya Budi, mengatakan permintaan itu diajukan,  berdasarkan kinerja perbankkan yang dia pimpin, mengalami kemajuan cukup pesat.

Dilihat dari ukuran kemampuan aset, PT BPR Bapera menghasilkan laba bersih atau Return On Asset (ROA) 1,9 %, melampaui standarnya yang ditetapkan OJK, yakni  1.5 %. Adapun persentase  labanya mencapai 14 %.

“Tahun 2020 awal saya masuk aset Bapera hanya Rp57 miliar, posisi kreditnya Rp 45 miliar dan posisi labanya Rp 900 juta. Setahun kemudian asetnya tumbuh menjadi Rp 75 miliar, kreditnya Rp 55 miliar, dan laba mencapai Rp 1,1 miliar,” kata Direktur PT BPR Bapera Aji Setya Budi, dalam focus group discussion (FGD) di Hotel Santika Cirebon Jawa Barat, belum lama.

Adapun pada 2022, aset BPR ini sudah tumbuh menjadi Rp 85 miliar, kreditnya Rp 69 miliar, dan labanya menjadi Rp 1.282 miliar.

Bank milik Pemkab Batang, dinyatakan sehat oleh OJK pada 2022, mengacu pada 8 poin, di antaranya permodalan, kualitas, aktiva, produktif, manajemen, rentabilitas dan likuiditas.

Namun hanya ada satu yang dinyatakan cukup sehat, yakni di menajemen, karena belum adanya direktur operasional dan direktur kepatuhan, serta belum adanya komisaris utama.

“Dari awal masuk saya menjabat direktur, ada delapan poin, empat poin yang dinyatakan tidak sehat. Namun sekarang sudah sehat semuanya,” jelasnya, seperti dirilis batangkab.go.id.

Ia berharap ada penambahan modal, karena aset PT BPR Bapera tumbuh sangat kencang sekali. Sehingga berdampak pada prosentase kecukupan penyertaan modal.

Di samping itu, lanjut dia, PT BPR Bapera juga ditunjuk sebagai penyalur gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru. Sehingga butuh penyertaan modal sebesar Rp 5 miliar.

“Penyertaan modal sebesar itu kami harap bisa dicukupi untuk Rp 2 miliar dianggarkan di perubahan APBD 2023. Sedangkan yang Rp3 miliar di tahun 2024,” ungkapnya.

Dengan penyertaan modal itu, secara otomatis Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya akan ikut meningkat dari semula hanya Rp 500 juta sekarang tembus menjadi Rp 700 juta.

“Nanti kalau Penjabat (Pj) Bupati Batang memberikan penyertaan modal selama dua tahun berturut – turut sebesar Rp 5 miliar. PAD-nya bisa tembus Rp 1 miliar dan labanya tembus Rp 2 miliar,” kata dia.

Aji juga menambahkan, bahwa PT BPR Bapera sudah menyiapkan perangkat lunak untuk penyaluran gaji P3K.

“PT BPR Bapera Batang sudah bekerja sama dengan Bank Danamon untuk virtual account untuk proses transefernya dan membuat kartu ATM brandit. Jadi ketika P3K gajinya diberikan ke kita dan sudah menjadi nasabah Bapera, maka akan diterbitkan kartu ATM kepada yang bersangkutan. Kita juga sedang bekerjasama dengan OI untuk membentuk ATM Cardless yang operasionalnya melalui gawai,” tandasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, mengapresiasi rencana bisnis PT BPR Bapera 2023.

Ia pun menyatakan penambahan penyertaan modal, harus ada kajian analisis bisnisnya.

“Saya kira pembuatan kajian analisi bisnis mudah bagi Pak Aji selaku direktur. Tapi yang perlu dipertimbangkan itu, penyertaan modalnya sendiri, duitnya ada atau tidak. Semoga aja ada di anggaran perubahan APBD 2023,” tegasnya.

Ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mempertimbangkan kebutuhan Bapera yang asetnya semakin tahun semakin meningkat yang diprediksi 2023 ini mencapai Rp 102 miliar.

Penyertaan modal, akan dicukupi secara bertahap di anggaran perubahan APBD tahun 2023 dan penetapan APBD tahun 2024

“Prinsipnya kita laksanakan sesuai regulasi dan menyesuaikan kemampuan keuangan APBD kita. Apabila oleh TAPD usulan itu dipertimbang bisa akan dicukupi, soal besaran nanti kita hitung lagi kemampuan APBD,” ujar dia. (HS-08)

Jelang Porprov 2023, Bupati Pati Resmikan Hall Senam

Kwarcab Gelar Pesta Siaga, Kamabicab : Wujudkan Sukoharjo sebagai Kabupaten Pramuka