HALO PEKALONGAN – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker) Pemerintah Kota Pekalongan, mempersiapkan pelatihan kompetensi bagi penyandang disabilitas.
Pelatihan yang direncanakan akan dilaksanakan Juni atau Juli mendatang itu, merupakan bagian dari upaya meningkatkan taraf hidup dan partisipasi penyandang disabilitas, dalam bidang kehidupan ekonomi dan sosial.
Hal itu disampaikan Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso, dalam rakor pelatihan kompetensi disabilitas bersama OPD terkait, di kantor Dinperinaker, Kamis (4/5/2023).
Rakor diikuti oleh Dinas Sosial-P2KB, Bappeda, serta perwakilan komunitas penyandang disabilitas fisik dan tuna netra.
“Tahun ini kita menyiapkan pelatihan di BLK bersumber dana bantuan APBN. Ada program pelatihan khusus disabilitas sebanyak 1 paket untuk 16 peserta, sesuai kuota kelas selama 33 hari,” kata dia, seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Sri Budi Santoso juga menjelaskan, terdapat 3 kelompok disabilitas yang perlu upaya penanganan pemberdayaan, yakni penyandang disabilitas fisik, tuna netra, tuna wicara dan rungu.
Masing-masing membutuhkan pelatihan secara khusus dan berbeda-beda.
“Untuk pelatihan disabilitas yang diamanatkan Pemerintah Pusat, bisa dikoordinasikan dengan teman-teman disabilitas tentang jenis pelatihan namun tetap ada standar kompetensinya, kemudian setelah kami berkoordinasi disepakati bahwa pelatihan ini hanya satu jenis, tahun ini direncanakan pelatihan menjahit,” tandasnya.
Terkait pelaksanaannya, SBS menuturkan pelaksanaan pelatihan akan disesuaikan dengan kesiapan peserta dan proses administrasi dibantu oleh Dinas Sosial P2KB, Bappeda dan komunitas terkait kemudian akan diusulkan kepada kementerian tenaga kerja dan ditindaklanjuti oleh pemerintah kota Pekalongan, diharapkan persiapan bisa segera rampung dan pelatihan dilaksanakan di bulan Juni atau Juli mendatang.
Sementara itu, Ketua Persatuan Disabilitas Fisik Kota Pekalongan, Merry Maria mengaku antusias dan mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekalongan pelatihan yang telah memperhatikan penyandang disabilitas dengan memberi pemberdayaan seperti ini.
“Pasca Covid-19 kami belum menerima pelatihan, Alhamdulillah tahun ini sudah mulai ada, ini yang saya dan teman-teman tunggu, mudah-mudahan kami bisa lebih berdaya dan SDM disabilitas bisa meningkat lebih tinggi dan bermanfaat buat masyarakat semua,” kata dia. (HS-08)