HALO PEKALONGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan mengajak masyarakat di daerah itu untuk memilih pangan yang aman, sehat dan bermutu.
Sanitarian Muda Dinkes Kota Pekalongan, Maysaroh, mewakili Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, seperti dirilis pekalongankota.go.id, mengatakan pangan aman adalah yang bebas dari bahaya fisik, kimia, dan biologis.
Ia mengatakan bahwa bahaya fisik dapat dideteksi dengan indera manusia. Namun bahaya dari bahan kimia dan bahaya biologis, umumnya hanya bisa dideteksi dengan uji di laboratorium.
Walaupun demikian ada beberapa jenis bahaya kimia dan bahaya biologis yang dapat dideteksi menggunakan indera penglihatan dan penciuman manusia.
Bahaya fisik bisa dilihat makanan itu aman kalau dia terbungkus dan tertutup sehingga tidak ada kemungkinan debu atau serangga yang hinggap.
“Sedangkan cemaran kimia, jika makanan tersebut menggunakan pewarna atau tidak dilihat dari tampilannya, kalau sangat mencolok jangan dibeli, lalu jika mengandung formalin/boraks kita lihat tampilannya kalau warnanya mengkilat, putihnya tidak wajar, teksturnya sangat kenyal, patut kita curigai,” kata dia.
Untuk bahaya biologi yang terdapat di pangan dapat berupa bakteri, parasit, virus dan lainnya.
Pertumbuhan mikroba ini bisa menyebabkan pangan menjadi busuk sehingga tidak layak untuk dimakan, maka pilih makanan yang disimpan dan disajikan dengan baik, kemasan tidak rusak, tidak basi (tekstur lunak, bau tidak menyimpang seperti bau asam atau busuk).
Mengingat konsumsi pangan sehat dan aman sangat penting bagi kesehatan tubuh, Maysaroh menghimbau masyarakat menjadi konsumen yang cerdas, memilah dan memilih pangan yang baik untuk tubuh.
“Jangan lupa untuk selalu pilah pilih panganan, mana yang bagus untuk tubuh saya, apakah dijual di tempat bersih atau tidak dan usahakan apabila membeli makanan di tempat yang sudah pengawasan Dinas Kesehatan. Misalkan jajan bakso, lihat digerobaknya sudah ada tempelan dari Dinas Kesehatan atau belum karena kami secara rutin dan bertahap melakukan pembinaan pengawasan tidak hanya ke restoran yang besar tetapi sampai ke warung makan dan kantin sekolah,” kata dia. (HS-08)