HALO SEMARANG – Pesta demokrasi di Jawa Tengah kembali mengangkat wacana politik nasionalis-religius yang diwariskan oleh almarhum KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), seorang ulama kharismatik asal Rembang. Dalam Pilkada Jawa Tengah 2024, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dianggap mampu merepresentasikan visi tersebut, mengedepankan kolaborasi antara tokoh nasionalis dan religius.
RE Ibnu Ardi, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, menegaskan bahwa kombinasi Ahmad Luthfi dan Taj Yasin adalah pilihan yang tepat untuk masyarakat Jawa Tengah. “Nasionalis-religius adalah karomah Mbah Moen untuk Jawa Tengah yang harus dijaga. Beliau adalah panutan kami dalam membina kader dan masyarakat. Pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin adalah pasangan yang tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai nasionalis-religius di Jawa Tengah,” ungkap Ibnu Ardi dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (26/11/2024).
Menurut Ibnu Ardi, Ahmad Luthfi yang merupakan mantan Kapolda Jawa Tengah, mewakili nilai-nilai nasionalis melalui pengalamannya dalam memimpin institusi negara. Di sisi lain, Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, adalah putra Mbah Moen dan menjadi representasi kalangan santri yang dekat dengan umat. “Sebagai mantan Kapolda, Pak Luthfi sangat tepat disebut sosok nasionalis. Sementara Gus Yasin, dengan kedekatannya pada nilai-nilai pesantren, adalah cerminan santri yang selama ini mengayomi umat,” jelasnya.
Ibnu Ardi menjelaskan bahwa wacana nasionalis-religius yang diperkenalkan Mbah Moen pada Pilkada Jateng 2018 menekankan pentingnya kolaborasi antara kecerdasan tokoh nasionalis dan keluhuran budi seorang santri. “Kolaborasi kecerdasan dan kegigihan tokoh nasionalis harus diimbangi dengan keluhuran budi seorang santri agar nilai luhur Jawa Tengah terjaga dan masyarakat sejahtera,” tambahnya.
Mbah Moen dikenal bukan hanya sebagai ulama besar, tetapi juga sebagai figur yang mampu menjembatani nilai-nilai agama dan kebangsaan. Ratusan ribu santri di bawah bimbingannya tidak hanya mempelajari khazanah Islam, tetapi juga wawasan politik. Nilai-nilai ini tetap relevan dalam membangun Jawa Tengah yang lebih baik.
Ibnu Ardi juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang dapat merangkul semua kalangan masyarakat Jawa Tengah. “Provinsi Jawa Tengah membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengayomi dan membina masyarakat. Pemimpin yang bukan hanya mendominasi kelompok tertentu, tetapi merangkul semua kalangan. Itulah visi nasionalis-religius yang diwariskan oleh Mbah Moen,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin memiliki visi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jawa Tengah saat ini. “Kami, rekan dan rekanita kader muda NU Jawa Tengah, sangat menjunjung tinggi khidmah kepada kiai, terlebih kiai yang selama ini terbukti menjaga dan merawat masyarakat,” ungkapnya.
“Mbah Moen adalah sosok kharismatik bagi kami, dan karomah beliau di Jawa Tengah adalah nasionalis-religius. Kami merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya dengan mendukung suksesnya pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin,” pungkasnya.
Dengan pendekatan nasionalis-religius yang diusung, pasangan ini diharapkan mampu memenuhi harapan masyarakat Jawa Tengah, memimpin dengan visi kebangsaan yang kuat dan nilai-nilai keagamaan yang luhur. Kolaborasi Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dianggap mencerminkan warisan Mbah Moen yang tetap relevan dalam politik dan pembangunan masyarakat Jawa Tengah.(HS)