HALO SEMARANG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang terus mengebut pengerjaan fisik berupa penutupan drainase atau saluran air untuk akses menuju Jalan Sriwijaya baru yang sudah rampung dibangun Pemkot Semarang, tepatnya di ruas jalan depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal. Ditargetkan proyek pengerjaan penutupan drainase tersebut selesai pada November 2022.
Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suryaty mengatakan, proyek peningkatan Jalan Sriwijaya saat ini masih dikerjakan, melanjutkan yang sudah selesai tahun lalu agar lebih optimal. Nantinya pengendara dari Jalan Pahlawan tidak perlu berbelok atau memutar terlebih dulu saat akan menuju Jalan Sriwijaya baru yang sudah dibangun.
“Peningkatan Jalan Sriwijaya sudah dikerjakan tahun lalu, sudah jadi seperti sekarang. Tinggal saat ini melanjutkan penutupan saluran yang ada di depan Taman Makam Pahlawa Giri Tunggal, dan sebagian taman milik Kodam IV/Diponegoro, nantinya akan dipotong untuk kita tutup dijadikan jalan,” terangnya, Jumat (19/8/2022).
Dijelaskan Atik, sapaan akrabnya, penutupan saluran dan taman tersebut baru dikerjakan setelah Pemerintah Kota Semarang mendapatkan izin dari Kodam IV/Diponegoro.
“Bapak Wali Kota Semarang sebelumnya berkoordinasi dengan Bapak Panglima Kodam IV/Diponegoro, dan Dinas sosial Provinsi Jawa Tengah sebagai pengelola TMP Giri Tunggal. Setelah Pemkot Semarang dapat izin, kami bisa langsung bekerja,” katanya.
“Penyambung jalan akan memakai lahan taman di depan TMP Giri Tunggal, dan salurannya ditutup dijadikan jalan. Sedangkan untuk pengerjaan fisiknya, sudah kami lakukan konstruksi bagian bawah jalan, yang telah mencapai 50 persen dari target penyelesaian,” sambungnya.
Adapun proses pengerjaan masih berupa merakit pembesian. Setelah semuanya dirakit baru langsung dibangun jalan.
“Untuk anggaran pembangunan kami menggunakan model swakelola, yaitu tenaga dari DPU dan material dari lelang. Harapannya, setelah tertutup, nantinya jalan tersebut bisa menyambung dengan Jalan Sriwijaya baru, agar membuat lalu lintas kendaraan jadi lebih optimal. Meski dijadikan jalan, drainase tetap berfungsi,” kata Atik.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Endro P Martanto menambahkan, tidak ada rekayasa pengalihan sementara arus kendaraan dengan adanya pengerjaan penutupan drainase di depan TMP Giri Tunggal.
“Yakni tetap diberlakukan dua arah, hanya memang ada sedikit pengurangan lebar lajur di ruas Jalan Sriwijaya lama akibat pemotongan pohon. Sedangkan konstruksi jalan direncanakan selesai pada November 2022,” pungkasnya. (HS-06)