in

Didampingi IAIN Pekalongan, Sidomulyo Bakal Jadi Model Pengentasan Kemiskinan

Diskusi secara virtual “Ngobrol Bareng” oleh Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi dan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati ST MM dengan Rektor IAIN Pekalongan, Zaenal Mustakim, dari tempat masing-masing. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora berharap agar desa-desa miskin di wilayahnya dapat dientaskan, dengan pendampingan oleh perguruan tinggi, termasuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan.

Pengentasan desa-desa miskin itu, mengemuka dalam diskusi secara virtual ‘Ngobrol Bareng’, oleh Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi dan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati ST MM, dengan Rektor IAIN Pekalongan, Zaenal Mustakim, dari tempat masing-masing.

Dalam diskusi tersebut sekaligus untuk menyerap masukan-masukan dari Kepala OPD di Pemkab Blora terkait untuk mematangkan rencana.

Agenda diskusi tersebut membahas tindak lanjut kerja sama di bidang pendidikan dan pendampingan desa.

Salah satu yang dibahas adalah rencana pendampingan untuk Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo. Desa ini sebagai pilot project pendampingan oleh perguruan tinggi.

Sebelumnya, implementasi kerja sama di bidang pendidikan sudah mulai dilaksanakan.

“Sebagai bentuk tindak lanjut MoU Pemkab dengan Pak Rektor, kita sudah mewujudkan dalam bentuk konkret. Yang pertama, terkait penerimaan mahasiswa, akan kami fasilitasi bersama Pak Rektor. Supaya anak-anak Blora, bisa kuliah di IAIN Pekalongan,” ungkap Bupati, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Selain di bidang pendidikan, Bupati berharap, agar IAIN Pekalongan juga dapat membimbing desa-desa di Kabupaten Blora, agar mereka bisa bangkit dan lebih maju. Mengingat jumlah desa yang dikategorikan miskin di Blora terbilang cukup banyak.

“Selain beasiswa, kami ingin Pak Rektor, untuk bisa dibimbing dan dibantu terkait pendampingan desa-desa yang ada di Kabupaten Blora. Kita ingin fokus, sebagai awal umpamanya disepakati dengan Desa sidomulyo, Kecamatan Banjarejo yang juga kampung halaman Pak Rektor,” ucapnya.

Disampaikannya, Desa Sidomulyo merupakan pedesaan yang berada di daerah pinggiran hutan. Dalam catatan Bappeda maupun Dinas Sosial, Desa Sidomulyo merupakan salah satu desa miskin.

“Kita ingin Desa Sidomulyo ini menjadi percontohoan, prototype, dalam satu kecamatan ada satu desa yang didampingi perguruan tinggi dalam hal ini IAIN Pekalongan,” harap Bupati.

“Tentunya, dengan bersinergi dengan kades dengan para pihak lain yang bisa digandeng untuk “keroyok” ramai-ramai mengatasi permasalahan di Sidomulyo yang sekarang tercatat sebagai desa miskin, nantinya agar bisa keluar dari kemiskinan,” sambungnya.

Sementara itu Rektor IAIN Pekalongan, Zaenal Mustakim mengungkapkan, bahwa pihaknya siap mendukung Pemkab Blora dengan melakukan pendampingan di Desa Sidomulyo.

“Kami akan mencoba mengimplementasikan MoU yang kedua, yaitu untuk penelitian dan pengabdian masyarakat. Kami akan membuat dua tim untuk Sidomulyo. Kalau bisa Agustus atau September ini, diterjunkan tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa,” ungkapnya.

Rencananya, untuk mahasiswa akan ada KKN tematik di desa tersebut. Adapun untuk dosen, akan melakukan pengabdian masyarakat. Rencananya pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Yang ini tidak akan cukup dalam satu tahun. Kami rencanakan akan dua sampai tiga tahun berturut-turut di sana,” kata dia.

Menurut tenaga ahli dari IAIN Pekalongan, Imam K. Nafy, konsep pemberdayaan masyarakat akan dilakukan dengan membersamai masyarakat.

“Kita akan membersamai masyaarakat, untuk bisa mengetahui potensi yang ada, melakukan perencanaan yang baik, dan kemudian pengembangan kedepannya” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan pengabdian tersebut tidak hanya kegiatan pada umumnya saja. Rencananya IAIN akan menjadikan Desa Sidomulyo sekaligus menjadi laboratorium sosial keagamaan.

Imam menjelaskan, setelah ini tim nya akan melakukan survey pendahuluan ke lapangan melakukan pemetaan sosial, potensi-potensi desa. Baru kemudian melakukan treatment.

“Akhir Agustus atau maksimal awal September inshaallah bisa dimulai untuk eksekusi, sementara ini Desa Sidomulyo akan menjadi pilot projectnya. Kedepannya kalau pandemi ini mereda, kita bisa kirim mahasiswa secara kontinyu ke desa tertinggal yang kita pilih,” paparnya.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial terdapat 1946 Kepala Keluarga di Desa Sidomulyo. Dari data tersebut, sebanyak 1141 menerima BPNT dari Kemensos dan 564 KK menerima PKH.

Diskusi secara virtual tersebut diikuti oleh Sekda Blora, Kepala Bappeda Blora beserta Kabid, Kepala DInas Sosial P3A Blora, Kepala Dinkominfo Blora, Kepala Dinas Pendidikan Blora, Kepala Dinas PMD Blora, Wakil Rektor IAIN Pekalongan, LP2M IAIN Pekalongan, Camat Banjarejo, Kepala Desa Sidomulyo dan Ketua BUMDES Sidomulyo. (HS-08).

Share This

Menkominfo Dorong Tokoh Masyarakat Suarakan Vaksinasi Lewat Media

PKL di Blora Diajak Turunkan Level PPKM agar Bisa Berjualan Lagi