in

Dewan Minta Dinas Segera Selesaikan Polemik Penataan Pedagang Pasar Johar

Rapat Pansus LKPJ DPRD Kota Semarang diikuti sejumlah OPD dengan agenda membahas laporan pertanggungjawaban Walikota Semarang tahun anggaran 2021 di ruang paripurna DPRD, Selasa (12/4/2022).

HALO SEMARANG – DPRD Kota Semarang meminta Dinas Perdagangan bisa segera merampungkan dengan baik masalah masih banyaknya aduan terkait penataan Pasar Johar baru. Semua pedagang harus bisa tertampung dan mendapatkan lapak untuk berjualan di pasar tersebut.

Hal itu disampaikan Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Walikota tahun anggaran 2021 DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Selasa (12/4/2022).

Rahmulyo mengatakan, permasalahan pedagang Johar adalah terkait dengan belum dapatnya lapak untuk berjualan setelah musibah kebakaran di Pasar Johar. Ini adalah masalah penting untuk diselesaikan agar pedagang bisa kembali beraktivitas di sana.

“Masalah penataan pedagang Pasar Johar sampai saat ini belum selesai. Bahkan, masih ada yang mengadukan jika tidak mendapatkan lapak untuk berjualan. Jangan sampai pedagang yang harusnya bisa berjualan di sana justru tidak mendapatkan lapaknya, ” tegasnya yang juga Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang itu.

Dikatakannya, perlu dicarikan solusi bagaimana teknis dalam penataan pedagang tersebut.

“Jangan sampai penataan Johar malah meninggalkan masalah lain sehingga terjadi ketidaknyaman di dalamnya. Dan menjadi berlarut-larut jadinya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Nurkholis mengakui, bahwa permasalahan pedagang Johar belum selesai karena masih ada kelompok pedagang yang belum sepakat terkait solusi yang diberikan.

Sehingga masih ada lapak yang kosong belum digunakan pedagang. Disisi lain, pedagang menginginkan untuk bisa berjualan di lantai satu semaunya, tidak mau dilantai atas.

“Kan ini tidak bisa (di lantai satu semua), bahwa sudah ada sistem zonasi untuk jenis pedagang setiap lantainya. Meski dinilai tidak adil, pedagang harus memaklumi aturannya,” katanya.

Saat ini, kata dia data jumlah pedagang Johar ada sekitar 7.800 pedagang, dan yang belum tertampung ada 3.800 pedagang.

“Semoga dengan pembangunan Shopping Johar Centre (SJC) yang ditargetkan pada bulan Juni mendatang rampung, bisa digu0nakan oleh pedagang yang belum tertampung, “jelasnya.

Saat ini Johar utara ditempati 90 persen pedagang dan Johar tengah ditempati sudah 70 persen. Dan Johar selatan baru sebagian pedagang yang pindah. Sedangkan Kanjengan untuk pedagang pancakan.

Pihaknya juga akan mengevaluasi aplikasi e-pandawa, karena belum optimal untuk diterapkan pada pedagang.

“Karena masih ada kendala, dari data yang diinput dengan kondisi pedagang dilapangan, perlu kami evaluasi lagi, meski bagi yang sudah masuk dan mendapatkan lapak untuk ditempati. Dan yang belum mendapatkan lapak akan dilakukan penataan tahap 2, karena jika tidak ditempati selama tiga bulan akan kami tarik lapaknya,” pungkasnya. (Advetorial-HS-06)

Semakin Dekati Rekor Khabib

Amankan Stok BBM Mudik, Ganjar Ketemu Pertamina