HALO KENDAL – Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal dicanangkan sebagai Desa Cinta Statistik (Cantik) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kendal, yang ditetapkan di Balai Desa Sidorejo, Kamis (29/8/2024).
Selain Desa Sidorejo, Desa Cantik juga dilakukan di beberapa desa di Kendal, yaitu Desa Kaligading Kecamatan Boja, Desa Curugsewu Kecamatan Patean, Desa Bangunrejo Kecamatan Patebon, dan Desa Jenarsari Kecamatan Gemuh.
Acara Pencanangan Desa Cantik dihadiri Sekda Kendal, Sugiono, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kendal, Yanuar Fatoni, Kepala Diskominfo Kendal, Ardhi Prasetyo, Kepala BPS Kendal, Ade Sandi Parwoto, Forkipimcam Brangsong, Kepala Desa Sidorejo, Edi Kadarisman serta tamu undangan.
Kepala Desa Sidorejo, Edi Kadarisman merasa bersyukur desanya masuk dalam sepuluh besar desa yang dipilih menjadi Desa Cantik pada tahun 2023, dari puluhan ribu desa yang di seluruh Indonesia.
Menurutnya, desa merupakan unit terkecil dari pemerintahan memiliki yang peran penting dalam pembangunan negara. Hal itu karena desa tidak lagi menjadi objek pembangunan melainkan sebagai subjek dan ujung tombak pembangunan.
“Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik adalah filosofi yang menekankan pentingnya desa sebagai penyedia data statistik yang akurat dan dapat dipercaya. Desa bukan hanya sekedar tempat tinggal penduduk, tetapi juga menjadi sumber data yang sangat berharga dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Edi juga menyebut ada beberapa sektor dari kearifan lokal yang ada di desanya, yang bisa mengangkat potensi desa. Di antaranya adanya Ponpes Alfadlu 2, Pasar Sidorejo yang merupakan pusat ekonomi Kecamatan Brangsong, dan sektor lainnya.
“Beberapa potensi desa kami, selama ini telah dikunjungi berbagai tokoh nasional dan para ulama terkemuka di Indonesia. Tentu ini bisa menjadi harapan untuk peningkatan UMKM setempat dan bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara Sekda Kendal, Sugiono dalam sambutannya mewakili Bupati Kendal mengucapkan terima kasih kepada Tim BPS dan semua pihak dalam pembinaan statistik kewilayahan level desa, yaitu dengan melakukan pembinaan kepada empat Desa Cantik di Kendal secara berkesinambungan dan komprehensif.
“Pembinaan ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan minggu kedua bulan Oktober 2024. Lakukan kolaborasi yang baik antara BPS, OPD terkait, Kecamatan dan Desa. Kami berharap kegiatan ini terus berkesinambungan sehingga pada akhirnya semua desa yang ada di Kabupaten Kendal menjadi Desa Cantik dan pembangunan yang dilakukan semakin akurat dan tepat sasaran berbasis data,” ujarnya.
Sekda juga menyampaikan, desa selain menjadi objek pembangunan juga sebagai subjek serta ujung tombak pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola pemerintahan desa dalam upaya pengembangan wilayah dan menjamin pemerataan hasil pembangunan.
“Kebijakan desentralisasi memberikan peluang bagi Pemerintah Desa untuk membangun desa, meningkatkan kemandirian dan daya saing dengan menggali potensi desa yang dimiliki,” tandasnya.
Sekda menyebut, di Desa terdapat berbagai sistem aplikasi (Prodeskel, SDGS Desa, SIK-NG, dan lainnya) yang berasal dari berbagai Kementerian Pusat dan Dinas Daerah. Database aplikasi tersebut dapat menjadi landasan informasi dalam pengambilan kebijakan pembangunan yang efektif jika dikelola dengan baik.
Untuk tantangannya, lanjut Sugiono, tantangannya adalah penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Pemerintah Desa harus terus diperhatikan. Komitmen penguatan pengelolaan dan pemanfaatan
data di Pemerintah Desa untuk terus ditingkatkan.
“Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai leading sektor dalam pengembangan statistik memiliki peran penting dalam peningkatan penguatan tersebut. Mari terus kita tingkatkan, termasuk Program Pembinaan Statistik Sektoral Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Kabupaten Kendal,” imbuh Sekda.
Sedangkan Kepala BPS Kendal, Ade Sandi P mengatakan, salah satu indikator penilaian Desa Cantik yakni pemerintah desa yang mampu mengelola data dengan baik dan terbuka.
“Indikator yang dicapai dalam pembinaan desa cantik diantaranya adalah tata kelola data desa yang baik, kapasitas statistik desa yang memadai, manajemen data desa supaya mudah diakses oleh umum,” ujarnya.
Dengan memiliki data statistik yang akurat, lanjut Sandi, desa dapat mengidentifikasi masalah yang ada di lingkungan serta mengetahui kebutuhan dan potensi yang dimiliki masyarakat sekitar. Selain itu, Desa Cantik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung.
“Data statistik yang akurat, masyarakat dapat mengetahui informasi tentang kondisi sosial, ekonomi, dan kependudukan di desa mereka. Sehingga, informasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat partisipasi dalam proses pembangunan,” jelasnya.
Acara pencanangan Desa Cantik 2024 secara simbolis ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Sekda Kendal, Kepala Dispermasdes, Kepala Diskominfi Kendal Forkopimcam dan Kepala BPS Kendal. (HS-06)