HALO KENDAL – Sebagai sekolah yang telah mendeklarasikan diri sebagai sekolah Bersih dari Narkoba (Bersinar), SMA Negeri 1 Cepiring Kabupaten Kendal melaunching program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Rabu (21/6/2023).
Kegiatan launching tersebut dilakukan dalam rangkaian Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam mendukung program P4GN ini, SMA Negeri 1 Cepiring mengambil tema Sanic Gemilang atau SMAN 1 Cepiring Generasi Milenial Anti Ngedrugs.
Acara dihadiri Kepala Cabang Disdikbud Jawa Tengah Wilayah XIII, Ernest Ceti, Septiyanti Camat Cepiring, Helyudin, Danramil Cepiring, Kapten Inf Siswanto, Kapolsek Cepiring diwakili Wakapolsek IPTU Aris Krismanto, Kepala SMAN 1 Cepiring, Eustasia Christiane Martati serta dari Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kendal, Sapto Nugroho, juga ratusan siswa-siswi SMAN 1 Cepiring.
Di sela-sela acara, Sapto Nugroho mengatakan, SMKN 1 Cepiring merupakan sekolah ketiga yang mendeklarasikan sebagai Sekolah Bersinar. Menurutnya di Kendal ada lima sekolah yang mendeklarasikan Sekolah Bersinar.
“Sekolah Bersinar adalah tindak lanjut dari pengembangan kapasitas kepada para kepala sekolah SMA dan SMK di Kabupaten Kendal, kemudian masing-masing sekolah menindaklanjuti dengan membranding sekolah, menyiapkan satgas, membuat aksi dan rencana aksi, mengevaluasi. Dan hari ini luar biasa sekali, acara launching Sekolah Bersinar yang diikuti seluruh unsur SMA Negeri 1 Cepiring,” bebernya.
Jadi program P4GN, lanjut Sapto, dilakukan SMAN 1 Cepiring dengan preventif dan masif. Sehingga menurutnya perlu ditekankan, prinsip masif itu penting, karena hari ini semua yang akan dilakukan sudah ada di sekitar.
“Jadi kalau ingin kondisi yang lebih baik, maka kita harus lebih siap, lebih mengerti dan memahami, bagaimana sekeliling kita itu ada penyalahgunaan narkoba dan bahayanya,” lanjutnya.
Sementara untuk syarat sekolah bisa membranding Sekolah Bersinar, Sapto menyebut, sekolah sudah membentuk Satgas P4GN, menyiapkan anggarannya, melaksanakan aksi-aksi di sekolah dan melibatkan seluruh unsur sekolah, dalam program P4GN serta rehabilitasi.
“Selain itu, berani melaporkan kejadian di sekolah. Karena itu akan membantu bagaimana proses penyelesaian masalah anak-anak yang bermasalah dengan narkoba, yang selama ini tidak mendapatkan penyelesaian,” ujarnya.
“Jika ditemukan, maka imbauannya supaya dilakukan tindakan tratmen atau upaya yang tepat. Supaya jangan sampai merugikan semua pihak. Baik itu siswanya, sekolahnya, maupun orang-orang di sekitar kita yang sudah mendukung keberadaan Sekolah Bersinar,” imbuh Sapto.
Sementara melalui Wakapolsek Cepiring, IPTU Aris Krismanto, Kapolsek mengatakan, pihaknya bersama Danramil Cepiring terus berkomitmen untuk mencegah penyebaran narkoba, khususnya di wilayah hukum Polres Kendal.
“Penyalahgunaan narkoba pada kalangan pelajar terutama pada usia sekolah, perlu mendapatkan perhatian yang serius. Karena mereka nantinya yang akan menjadi generasi penerus bangsa ke depannya,” ujar Wakapolsek Cepiring.
Oleh karena itu, lanjut IPTU Aris, perlu adanya peran serta lingkungan pendidikan terutama dalam bagaimana cara mencegah diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Salah satunya dengan Sekolah Bersinar.
Dirinya menambahkan, cara yang mudah untuk mencegah pergaulan yang menjurus narkoba di kalangan pelajar adalah memberikan kegiatan yang positif. Bisa melalui olahraga, kesenian dan budaya, serta kegiatan positif lainnya.
“Peredaran narkoba saat ini sudah menyebar ke seluruh pelosok tanah air yang terorganisir melalui sindikat pengedar narkoba dan profesional. Faktor-faktor yang mendorong penyalahgunann narkoba pada kalangan pelajar diantaranya adalah pengaruh kelompok bermain, adanya rasa bosan, kurangnya kemampuan dalam mengatasi masalah, kurangnya pengawasan orang tua serta adanya rasa ingin tahu. Jadi ini menjadi perhatian kita bersama,” bebernya.
Acara dibuka dengan persembahan berbagai seni budaya dan hiburan oleh para siswa-siswi SMAN 1 Cepiring dan juga guru. Selain itu juga digelar pameran produk karya para siswa.
Sedangkan Kepala SMAN 1 Cepiring, Eustasia Christine Martati mengatakan, pihaknya tertarik dengan program P4GN, dimana ada sinergitas antara BNN dengan sekolah. Karena ia mengaku sadar di sekolahnya banyak siswa-siswi yang rentan akan bahaya narkoba, melalui pergaulan dan sebagainya.
“Jadi anak-anak sekolah melalui pergaulan sangat rentan pengaruh penyalahgunaan narkoba. Untuk itulah dengan adanya program P4GN, kami langsung melaunching dan menyematkan kegiatan P4GN. Sehingga para siswa sadar dan tidak menggunakan narkoba,” ungkapnya. (HS-06)