in

Dapat Hibah ATBM, Perajin Tenun di Kebumen Bakal Tingkatkan Produksi

Kepala Disperindag KUKM Kebumen, Frans Haidar, menyerahkan bantuan lima unit ATBM dan lima paket bahan produksi, kepada para perajin tenun di Kebumen, baru-baru ini. (Foto : kebumenakab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen, memberikan bantuan berupa lima unit alat tenun bukan mesin (ATBM) dan lima paket bahan produksi, kepada para perajin tenun di Kebumen, yakni anggota perkumpulan Tenun Kartinesia Jaya, di Dukuh Jojogan, RT 02 RW 08, Desa Seboro, Kecamatan Sadang, baru-baru ini.

Penyerahan bantuan ATBM kepada para perajin tenun di Kebumen ini, diikuti dengan sejumlah kegiatan, yakni pembinaan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen, Iin Windarti Sugiyanto; penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat secara simbolis; pelatihan rias pengantin bagi ibu-ibu PKK dan remaja putri; serta berbagai kegiatan lainnya.

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Disperindag KUKM Kebumen, Frans Haidar, mengatakan bantuan ATBM pada perajin tenun di Kebumen ini, sebagai bentuk komitmen Pemkab, dalam mendukung kemajuan para perajin.

Bantuan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini, juga agar produksi mereka dapat meningkat, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan warga setempat.

“Sejak awal kita melihat ini adalah potensi dari masyarakat Kebumen yang cukup bagus dikembangkan,” kata Frans Haidar, seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Menurut dia, dulu produksi kerajinan tenun di dominasi warga di wilayah Indonesia bagian timur.

“Sekarang di Kebumen pun sudah ada, banyak yang produksi. Jadi harus kita dorong agar tambah maju,” kata Frans.

Dia mengatakan, Pemkab Kebumen bersyukur dengan adanya pembuatan tenun di Desa Seboro.

Kegiatan ini membuat para perempuan yang semula tak memiliki aktivitas produktif,  kini dapat menjadi perajin, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kita tahu Desa Seboro di Kecamatan Sadang ini termasuk wilayah termiskin, sehingga sejumlah bantuan juga kita pusatkan ke wilayah kemiskinan ekstrem. Ini dengan harapan bisa meningkatkan lagi kesejahteraan masyarakat di sana,” kata dia.

Untuk diketahui, salah satu pemuda yang bergerak di usaha pembuatan tenun tersebut, adalah Nanang Setiawan, warga asli Desa Seboro.

Ia tergerak hatinya untuk memindahkan sebagian ATBM yang dimilikinya di Jepara, untuk dibawa ke Kebumen dan melatih para ibu-ibu muda dan remaja putri belajar membuat tenun, dan berhasil.

“Beberapa kali produksi tenun Desa Seboro juga diikutsertakan dalam pameran-pameran yang dilaksanakan oleh Pemkab, baik pameran lokal, regional, dan nasional,” tandasnya. (HS-08)

AKBP Petrus Parningotan Silalahi Kepala Polres Boyolali

Pembangunan Markas Polres Blora Dimulai