in

AKBP Petrus Parningotan Silalahi Kepala Polres Boyolali

AKBP Asep Mauludin digendong anggota polisi dalam tradisi pisah sambut Kapolres Boyolali, di halaman Mapolres Boyolali, Jumat (20/01/2023). (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Polres Boyolali kini dipimpin AKBP Petrus Parningotan Silalahi, yang menggantikan AKBP Asep Mauludin.

Kepala Polres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi sebelumnya menjabat Kasubdit 2 Ditresktimum Polda Metro Jaya.

Adapun AKBP Asep Mauludin, mendapat tugas baru sebagai Wadanmentarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri.

Dalam acara pisah sambut di halaman Markas Polres Boyolali, AKBP Asep Mauludin mengatakan bangga pernah memimpin Polres Boyolali.

Menurut dia, semua anggota Polres Boyolali memiliki integritas dan semangat yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.

“Kami hanya mohon doa, dalam melaksanakan tugas kami. Sehingga kami dapat berbuat untuk kemajuan dalam satuan yang akan tempati nanti,” kata dia, seperti dirilis boyolali.go.id, baru-baru ini.

Asep juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Boyolali, yang selama ini telah membantu dan mendukung pelaksanaan tugas di Polres Boyolali.

“Pada hari ini saya telah menyelesaikan tugas sebagai Kapolres Boyolali dalam keadaan aman. Kami berterima kasih pada semua elemen masyarakat Boyolali,” kata dia.

Sementara itu, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, mengatakan akan segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru.

Dia juga mengatakan akan melanjutkan program dari kapolres sebelumnya, serta menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat terkini.

“Kami akan melihat perkembangan masyarakat dan tentunya program yang bagus tetap kami pertahankan. Akan ada inovasi dengan mempertimbangkan dinamika masyarakat. Apalagi saat ini kan mulai tahun politik,” jelas dia.

Petrus mengungkapkan, jajarannya fokus dan polisi akan hadir di tengah-tengah masyarakat.

Artinya, polisi harus hadir untuk memberikan solusi, terhadap semua keluhan dan permasalahan di masyarakat.

“Jadi setiap keluhan masyarakat polisi harus bisa memberikan solusi,” kata Petrus, yang memiliki pengalaman sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. (HS-08)

KKN di Rembang, 86 Mahasiswa Unisnu Jepara Dititipi Misi Tekan Stunting

Dapat Hibah ATBM, Perajin Tenun di Kebumen Bakal Tingkatkan Produksi