HALO TEMANGGUNG – Organisasi Forum Badan Usaha Milik Desa (DUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (DUMDesma) di Kabupaten Temanggung harus ditata ulang, agar dapat mewadahi semua desa.
Hal itu disampaikan Bupati Temanggung, Al Khadziq, ketika memberikan pengarahan pada acara Rapat Direktur BUMDes atau BUMDesma se-Kabupaten Temanggung.
Rapat bertema “Membangun Kemandirian Ekonomi Desa” ini, berlangsung di Gedung Makukuhan, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Rabu (24/8/2022).
Hadir dalam acara ini, Kepala Dipermades Gema Aristi beserta jajarannya, perwakilan dari perbankan, perwakilan penyelenggara, Prasetyo dari BUMDes Candimulyo, peserta dan tamu undangan.
Al Khadziq menyampaikan, bahwa di Kabupaten Temanggung terdapat 266 desa. Adapun yang hadir dalam forum tersebut tidak lebih dari 100 orang, atau belum mencapai 50 persen.
Karena itu menurut Al Khadziq, forum BUMDes atau BUMDesma, harus ditata ulang dan kepengurusan harus aspiratif, ditunjuk, serta diputuskan oleh mayoritas BUMDes atau BUMDesma di Kabupaten Temanggung.
“Keanggotaannya belum lengkap, karena yang hadir tidak lebih 100 peserta. Belum ada separuh. Lebih banyak yang tidak hadir daripada yang hadir,” kata Al Khadziq, seperti dirilis Temanggungkab.go.id.
Menurut Al Khadziq, jika ini akan menjadi satu-satunya forum BUMDes di Kabupaten Temanggung, maka tidak diharapkan BUMDes ini terpecah-pecah menjadi berbagai forum.
“Kalau tidak melibatkan mayoritas BUMDes dalam memutuskan kepengurusan, maka semangatnya berkurang dan kepesertaan berkurang,” kata Al Khadziq.
Memang penting ada forum BUMDes dengan tujuan untuk tukar menukar informasi, saling membantu pembenahan manajemen, dan jaringan pasar.
“Hari ini akan merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, pasti di AD ART ada tata cara pemilihan pengurusan, maka itu bisa dipakai, dilaksanakan untuk penyusunan organisasi, kepengurusan yang disusun dengan suara terbanyak, itu yang harus diterima,” tegasnya.
Bupati dalam akhir pengarahannya menegaskan, BUMDes harus kerja keras, terbuka, inovatif dan punya jiwa kewirausahaan.
Hal ini akan menjadikan BUMDes muncul sebagai pelaku usaha di desa yang mandiri dan kuat.
“Kita harus terus berupaya BUMDes di Kabupaten Temanggung ini naik kelas. Selamat bermusyawarah, mari kita tata bersama forum BUMDes di Kabupaten Temanggung agar semakin besar, melibatkan semua BUMDes yang ada di Kabupaten Temanggung, demokratis, dan bersama-sama membangun diri menuju BUMDes yang mandiri dan menguntungkan,” kata dia. (HS-08)