HALO KENDAL – Menghadapi kelangkaan pakan ternam yang sering terjadi di musim kemarau, Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, melaksanakan penanaman tanaman odot di sekitar area pembinaan Lapas Terbuka Kendal, Kamis (1/9/2022).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Subseksi Kegiatan Kerja pada Lapas Terbuka Kendal tersebut, diikuti oleh Kasubsie Kegiatan Kerja (Giatja), Puji Raharjo, didampingi staf lapas, serta tiga orang warga binaan, dalam rangka lemenuhan bahan dasar kegiatan produksi pakan silase.
Silase merupakan pakan hijauan ternak yang diawetkan yang disimpan dalam kantong plastik kedap udara atau silo, drum, dan sudah terjadi proses fermentasi dalam keadaan tanpa udara atau anaerob.
Pembuatan pakan fermentasi metode silase merupakan sebuah proses pengolahan pakan ternak hijauan, dengan cara diawetkan melalui proses fermentasi dan dapat disimpan dalam waktu lama berkisar antara 3-6 bulan.
Puji Raharjo menjelaskan, rumput odot sebagai bahan utama pembuatan pakan silase harus selalu tercukupi agar proses pembuatan silase terus berjalan, sehingga ketersediaan pakan ternak pada saat musim kemarau dapat terpenuhi.
Dikatakan, rumput odot merupakan salah satu varietas rumput gajah, yang mampu tumbuh pada saat musim kemarau dengan tanah yang tingkat kesuburannya rendah.
“Proses pembuatan silase ini membutuhkan banyak rumput terutama tanaman odot, di mana tanaman tersebut lebih mudah dalam pengolahannya. Demi menjaga stok tetap dilakukan penanaman di lahan-lahan yang kurang terawat agar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” jelas Puji.
Dirinya juga menambahkan, dengan penanaman odot ini diharapkan proses pembuatan silase dapat selalu berlangsung tanpa kekurangan bahan baku.
“Dengan ditanamnya odot ini kita dapat memastikan keberlangsungan proses pembuatan silase bisa selalu terlaksana dan tidak hanya berhenti sampai di sini,” imbuh Puji
Sementara itu, Kepala Lapas Tebuka Kendal, Rusdedy menambahkan, lahan yang tidak terolah berpotensi tumbuh rumput liar. Sehingga harus dimaksimalkan fungsi lahan agar bisa lebih bermanfaat.
Selain memaksimalkan fungsi lahan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membekali warga binaan, ketika sudah habis menjalani masa pidananya nanti.
“Selain itu mereka (warga binaan) mempunyai pengetahuan lebih lengkap tentang proses pengolaan dari hulu ke hilir, yaitu dari menanam hingga pemanfaatannya sampai jadi silase,” ungkap Rusdedy.(HS)