HALO KEBUMEN – Angin kencang yang menerjang Kabupaten Kebumen, baru-baru ini benar-benar menimbulkan kerusakan di lebih dari 100 lokasi.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, terdapat 162 lokasi bencana, berupa pohon tumbang dan rumah rusak di 21 kecamatan dan 67 desa.
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono dalam keterangannya, Minggu (10/4/2024) mengatakan BPBD Kebumen, bersama TNI / Polri beserta para relawan, langsung melakukan upaya penanganan bencana di sejumlah wilayah.
Dalam penanganan bencana tersebut, pemerintah desa juga ikut berperan bersama warganya.
“Sebagian besar sudah kita tangani, khususnya umtuk pohon-pohon tumbang yang menutupi jalan, itu kita bergerak cepat membersihkan karena jangan sampai akses jalan terputus lama,” kata Udy Cahyono, seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Lanjut dia, penanganan termasuk pohon tumbang yang menimpa rumah, semuanya sudah ditangani secara cepat.
Menurutnya, banyak warga yang gotong royong membantu penanganan rumah rusak akibat pohon tumbang.
“Alhamdulilah kehadiran warga juga sangat membantu tim dalam mempercepat penanganan bencana,” ujarnya.
Selain melakukan penanganan, Pemerintah Daerah juga memberikan logistik atau bantuan terhadap pemilik rumah yang rusak akibat angin kencang.
Beberapa alat digunakan untuk menangani pohon tumbang, di antaranya senso, golok, serta alat angkut.
Udy menuturkan, Kecamatan Ambal menjadi wilayah yang paling banyak terkena bencana angin kencang berupa pohon tumbang, yakni ada di 13 desa dan 67 titik. Kedua ada di wilayah Kecamatan Buluspesantren, yakni di 8 desa dan 21 titik bencana pohon tumbang.
“Di Kota Kebumen juga kemarin ada yang terkena angin kencang, berupa pohon tumbang di depan Kantor Kecamatan Kebumen yang menutup akses jalan. Kemudian di Selang, depan Kantor BULOG, kemarin juga ada pohon tumbang menutup akses jalan, dan sudah tertangani,” terangnya.
Adapun personel yang terlibat, Udy menuturkan semua stakeholder terlibat, baik Koramil dan Polsek untuk wilayah terdampak semua bergerak bahu membahu.
Bahkan disebut, Damkar di 4 Pos yaitu pos Prembun, Petanahan, Gombong dan Mako Kebumen sampai sekarang masih di lokasi.
Kemudian Dinsos dan Dinas LHKP juga bergerak di lokasi. Personel gabungan yang terlibat sebanyak 1.195 orang, bersama Pemdes dan warga turut melakukan penanganan.
“Relawan kemanusiaan masih menyisir lokasi untuk melaksanakan penanganan. Logistik kerja bakti sejak semalam telah kita salurkan ke titik-titik lokasi, begitupun juga untuk logistik mulai di salurkan,” ucapnya.
Selain itu, Udy menuturkan, banyak pohon tumbang juga menimpa jaringan listrik PLN. Sehingga banyak listrik di sejumlah wilayah yang padam, dan sampai saat ini masih ada yang belum menyala.
Ia meminta masyarakat untuk bersabar, tim masih terus bekerja, dengan keterbatasan yang ada.
“Jadi mohon masyarakat untuk bersabar, serta tetap waspada dan berhati-hati karena di musim penghujan ini masih memungkinkan terjadinya bencana longsor, banjir dan angin kencang. Hindari tempat-tempat yang membahayakan. Kita berharap Kebumen baik-baik saja.”
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto pun meminta warga agar berhati-hati dengan penyakit demam berdarah.
Sebab, musim penghujan banyak nyamuk Aedes aegypti. Masyarakat diminta untuk rutin membersihkan penyimpanan air, dan menutupnya dengan rapat.
“Pemerintah daerah juga bakal melakukan penyemprotan atau pengasapan (fogging) untuk mencegah terjadinya penyakit demam berdarah. Warga diminta aktif menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Pohon-pohon yang mudah roboh mohon untuk ditebang, agar tidak menimpa rumah,” ucapnya. (HS-08)