HALO SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak terjadi gempa bumi M 6,4 yang kemudian diperbarui menjadi M 6,0 di selatan Wates, Kulonprogo, DIY, hingga Minggu (2/7/2023) telah terjadi 53 gempa susulan.
Hal tersebut diungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, seperti dirilis tribratanews.polri.go.id.
Daryono menunjukkan, gempa susulan antara lain tercatat pada pukul 04.00 WIB sebanyak satu kali.
Sebelumnya, gempa susulan terjadi sekitar Sabtu (1/7/23) pukul 21.00 sebanyak satu kali, sekitar pukul 22.00 sebanyak dua kali, dan sekitar pukul 23.00 sebanyak satu kali.
Data ini menunjukkan aktivitas gempa susulan cukup intens usai gempa terjadi hingga Sabtu pagi.
Namun frekuensinya kian berkurang dengan interval waktu antar gempa susulan yang semakin jauh.
Gempa susulan kian melemah karena kekuatan getaran dari bagian yang pecah atau patah hasil proses subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia terus menurun.
Aktivitas subduksi antara kedua lempeng ini sendiri merupakan dalang pemicu gempa Yogyakarta.
Sementara itu informasi yang disampaikan TRC BPBD DIY per Sabtu (1/7/2023), untuk wilayah Gunung Kidul 141 unit, Bantul total 40 unit, Kabupaten Kulonprogo 20 unit, Kabupaten Sleman total 4 unit, dan Kota YK rusak ringan 1 unit
Adapun untuk wilayah Jawa Tengah, seperti diinformasikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melalui akun twitter @ganjarpranowo, setidaknya 11 Kabupaten di Jateng merasakan dan terdampak gempa berkekuatan magnitudo 6,0 yang berpusat di Bantul.
Dari laporan tim di lapangan, Wonogiri terdampak paling parah; yakni sebanyak 66 rumah, 3 sekolah dan 1 tempat ibadah rusak berat.
Kerusakan lainnya di Kebumen; 9 rumah dan 1 tempat ibadah rusak ringan, 1 bangunan rusak berat, jaringan listrik rusak, 11 KK terdampak.
Di Purworejo, 3 rumah rusak berat dan 1 rumah rusak ringan. Di Purbalingga, 4 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak ringan dan 6 keluarga terdampak.
Di Wonosobo, 6 rumah rusak sedang dan 1 tempat ibadah rusak ringan.
Sementara di Magelang, 1 rumah rusak ringan dan 1 rumah rusak sedang.
Di Tegal, 1 warga luka ringan, 1 rumah rusak sedang; di Banyumas, 1 rumah rusak berat dan 1 rumah rusak sedang; dan di Banjarnegara, 2 rumah rusak ringan.
Sementara di Grobogan, 1 rumah rusak berat, di Klaten, 1 rumah rusak sedang, dan di Brebes, 1 rumah rusak ringan.
Semua tim di lapangan sudah berupaya menangani. BPBD Provinsi Jateng @bpbdjateng dan masing-masing Kabupaten telah membantu dan mengirim bantuan.
“Semoga saudara-saudara kita yang terdampak diberi ketabahan,” kata Ganjar. (HS-08)