HALO BLORA – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Blora. Tokoh sentral sekaligus penjaga nyala ajaran Samin dari Dusun Blimbing, Desa Sambongrejo, Pramugi Prawiro Wijoyo, meninggal dunia pada Minggu Kliwon (22/2/2026), sekitar pukul 21.00 WIB.
Dia mengembuskan napas terakhirnya setelah beberapa bulan terakhir berjuang melawan sakit.
Kepergian sosok yang dikenal bersahaja ini, menyisakan duka mendalam bagi komunitas Sedulur Sikep dan masyarakat luas.
Setelah mendengar kabar itu, Bupati Blora, Arief Rohman pun menyampaikan belasungkawa mendalam melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Bagi Bupati, sosok yang akrab disapa Mbah Pramugi ini, bukan sekadar tokoh adat, melainkan sosok orang tua dan teladan moral bagi masyarakat Blora.
Kepala Dinas Kominfo Blora, Pratikto Nugroho, juga menyampaikan ungkapan duka cita.
Bersama jajarannya, dia juga turut hadir melakukan takziah ke rumah duka di Desa Sambongrejo.
Tak hanya tokoh birokrasi, Gunretno, tokoh Sedulur Sikep dari Sukolilo, Pati, juga tampak hadir memberikan penghormatan terakhir bagi sang sesepuh.
Dalam keterangan tertulis yang dirilis blorakab.go.id, Mbah Pramugi memang dikenal sebagai pilar utama pelestarian adat Samin.
Dia adalah keturunan cucu Jiman Surowijoyo, yang merupakan murid langsung Samin Surosentiko, dan teguh menyebarkan amalan kejujuran, kerukunan, dan kesederhanaan.
Dia juga pernah menerima penghargaan dari Kemdikbud RI atas upaya pemberantasan buta aksara, serta meraih penghargaan Kalpataru atas jasanya menjaga kelestarian lingkungan.
Mbah Pramugi juga menjadi tokoh kunci di balik penetapan Sedulur Sikep Blora sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Pemerintah Pusat.
Dia juga mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Sedulur Sikep Indonesia dan aktif membina Desa Wisata Kampung Samin Sambongrejo agar nilai-nilai lokal tetap relevan bagi generasi muda.
Kepergian Mbah Pramugi adalah kehilangan besar bagi dunia kebudayaan Jawa Tengah. Semangat dan ajaran “laku” yang beliau ajarkan kini menjadi warisan berharga yang harus terus dijaga oleh generasi penerus. (HS-08)