in

BLA Semarang Gelar Diskusi Ilmiah, Bedah Praktik Baik Moderasi Beragama

Foto : kemenag.go.id

 

HALO SEMARANG – Sebanyak 12 komunitas telah terpilih sebagai pemenang Lomba Inovasi Moderasi Beragama.

Mereka tersebar pada empat kategori, yaitu Kampung Moderasi, Madrasah Moderasi, Sekolah moderasi, dan Rumah Ibadah Moderasi.

Praktik baik yang dilakukan 12 komunitas ini, akan dibahas bersama dalam diskusi ilmiah bertajuk “Membangun Harmoni melalui Kampung Dan Rumah Ibadah Moderasi”.

Diskusi ini akan digelar Balai Penelitian dan Pengembangan Agama (BLA) Semarang, Balitbang-Diklat Kemenag, di Universitas Airlangga, Surabaya, 23 Oktober 2023 mendatang.

“Kami akan hadirkan para pemenang lomba untuk menyampaikan contoh baik yang sudah mereka laksanakan dalam pengimplementasian Moderasi Beragama,” terang Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Suyitno di Jakarta, Jumat (13/10/2023), seperti dirilis kemenag.go.id.

Lomba Inovasi Moderasi Beragama digelar pada awal Oktober 2023. Kegiatan ini didesain sebagai bagian dari upaya Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama membumikan Moderasi Beragama.

Terlibat sebagai dewan juri: Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid., M.Sc., Psikolog, Y.M. Bhikkhu Dhirapunno, Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum., Dr. Mahmud Syaltout Syahidulhaq, S.H., DEA., Ws. Sugiandi Surya Atmaja, S.Kom., M.Ag., Dr. H. Wawan Djunaedi, M.A., Pendeta Henry Jacques Pattinasarany, Romo F.X. Sugiana.

Terpilih sebagai pemenang kategori Kampung Moderasi: Desa Rama Agung, Bengkulu (Juara 1); Dukuh Plumbon, Banguntapan, DIY (Juara 2); dan Desa Budakeling, Karangasem, Bali (Juara 3).

Untuk Kategori Rumah Ibadah: Vihara Tanah Putih Semarang, Jawa Tengah (1); Masjid At Taqwa dan Pura Kalingga, Pekalongan Jawa Tengah (2); dan Pura Karanggede, Bantul, DIY (3).

Kategori Madrasah Moderasi: MAN 1 Yogyakarta (1); MA Bali Bina Insani Tabanan, Bali (2); dan MTsN 1 Pasuruan, Jawa Timur (3).

Adapun pemenang kategori Sekolah Moderasi: Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan, Sumatera Utara (1), SMAN 1 Kesamben Blitar, Jawa Timur (2), dan SMAN 1 Bambanglipuro, DIY (3).

“Diskusi ilmiah ini akan dihadiri para penyuluh, akademisi, mahasiswa,” kata Suyitno.

Sekretaris Jendral Kementerian Agama RI dan Gubernur Jawa  Timur, dijadwalkan akan hadir dan membuka acara ini.

Sejumlah narasumber yang diundang, Alissa Wahid (koordinator Jaringan Gusdurian), Dr. Mahmud Syaltout Syahidulhaq, S.H., DEA. (Staf Khusus Menteri Agama RI), Drs. Supriyadi, M.Pd. (Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI), Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd (Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kementerian Desa & PDTT), Drs. Amich Alhumami, M.A., M.Ed., Ph.D (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas) dan Ina Ammania (Anggota Dewan Komisi VIII DPR RI). (HS-08)

Pemerintah Berkomitmen Terus Bersihkan Judi Online dari Ruang Digital

Banyak Manfaat, Program Satu Data Indonesia Harus Disiapkan Matang