in

Bicarakan Radikalisme dengan Presiden Sasakawa Peace Foundation Jepang, Ganjar : Bukan Deradikalisasi Tapi Repatriasi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, berjalan bersama Presiden of The Sasakawa Peace Foundation (SPF), Atsushi Sunami, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Rabu (15/3/2023). (Foto : humas Jateng)

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menilai penggunaan istilah repatriasi dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme, seperti yang digunakan The Sasakawa Peace Foundation (SPF), layak untuk dijadikan bahan diskusi.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, setelah bertemu Presiden of The Sasakawa Peace Foundation (SPF), Atsushi Sunami, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Rabu (15/3/2023).

Dalam pertemuan itu, keduanya terlibat dalam perbincangan mendalam, mengenai isu kelautan hingga radikalisme.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam kesempatan itu mengungkapkan kegembiraan, dengan kunjungan Presiden SPF, Atsushi Sunami.

Menurur Ganjar, SPF punya banyak pengalaman yang bagus, khususnya terkait penanganan konflik di antaranya di Poso, Sulawesi.

“Mereka ingin tahu juga bagaimana pengalaman kami menangani konflik, termasuk mengembalikan eks napiter ke masyarakat. Ada bahasa yang cukup bagus. Jadi bukan deradikalisasi tapi repatriasi. Itu bahasa yang bagus untuk kita bicarakan,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, banyak sekali potensi kerja sama yang bisa dikerjakan.

Di sisi lain, Ganjar juga membicarakan potensi kerja sama di bidang penanggulangan bencana.

“Saya juga mempropose kebencanaan karena pengalaman cukup banyak. Beliau mengundang saya untuk mengunjungi Jepang untuk meningkatkan kerja sama. Tentu ini sebuah undangan yang sangat bagus, saya merasa terhormat dan kami sedang siapkan yang lebih detil lagi,” tandasnya.

Sebelumnya,  Presiden of The Sasakawa Peace Foundation, Atsushi Sunami, di Rumah Dinas Puri Gedeh, Rabu (15/3/2023) pukul 09.30 WIB, dan langsung disambut Ganjar.

Tak ada suasana canggung dalam pertemuan keduanya untuk kali pertama.

Di antaranya karena Sunami dan Ganjar dekat dengan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi.

Dalam perkenalannya, Sunami mengatakan sudah sering datang ke Indonesia, namun ini yang kali pertama ke Jawa Tengah.

Kunjungannya ini, kata Sunami, sudah lama dinantikan khususnya untuk bertemu Ganjar.

“Saya sudah lama ingin berkunjung ke Jawa Tengah dan menemui Pak Ganjar, karena seperti yang kami ketahui, dia adalah politisi dan pemimpin yang sangat menjanjikan di Indonesia saat ini,” katanya.

Selain itu, keduanya makin akrab saat mengetahui Sunami masih aktif mengajar sebagai dosen, di kampus tempat istri Ganjar pernah mengenyam studi Magisternya, yakni di National Graduate Institute for Policy Studies (Grips) di Tokyo, Jepang.

“Saya mendapatkan banyak diskusi mendalam hari ini, dan bagaimana kami bisa berkolaborasi dengan berbagai isu terkait di Jawa Tengah dan secara umum Indonesia,” katanya.

Jalinan kerja sama antara SPF dan Pemerintah Indonesia, menurut Sunami sudah berlangsung lama.

Saat ini khususnya kondisi setelah Pandemi Covid-19 berangsur pulih, banyak potensi kerja sama yang bisa dilakukan lagi.

“Setelah Covid, akan banyak aktivitas yang kembali berjalan jadi kami ingin tahu secara pasti apa yang dapat kami lakukan bersama dengan Indonesia dan Jepang,” ujarnya.

Sunami mengatakan SPF bergerak dalam banyak bidang. Tak hanya tentang anti radikalisme dan pencegahan terorisme.

Sunami menyebut pihaknya juga konsen pada isu kelautan khususnya ilegal fishing.

“Kami punya kesamaan program, seperti perikanan yaitu melawan ilegal fishing dan juga kelautan termasuk juga berbincang tentang pengembangan energi dan isu-isu lainnya,” tandasnya. (HS-08)

Bahas Kelautan hingga Radikalisme, Presiden Sasakawa Peace Foundation Jepang Sebut Ganjar Pemimpin yang Sangat Menjanjikan

Camat dan Jurnalis Bakal Bersaing Sengit Racik Menu Masakan Stunting di Polder Tawang Semarang