in

Bersama Masyarakat CV Fara Mukti Perkasa Perbaiki Jalan yang Rusak

Pengecoran hot mix mulai dari pertigaan Mbalong RT 04 RW 03 Desa Jatirejo Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal sepanjang 200 meter, Rabu malam (7/5/2025).

HALO KENDAL – Dampak aktivitas penambangan, terutama ketika truk pengangkut bahan tambang melanggar batas kelas jalan menjadi perhatian masyarakat. Sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.

Selain kerusakan jalan, yang paling dikeluhkan adalah gangguan debu saat panas, hingga jalan licin akibat lumpur saat hujan.

Hal itu disadari betul oleh pemilik CV Fara Mukti Perkasa, Fatkhurrokhim, selaku perusahaan sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), pihaknya terus berkomitmen untuk meminimalisir dampak yang terjadi akibat penambangan, dan menjaga lingkungannya dengan baik, termasuk di dalamnya kerusakan jalan.

Untuk itulah, pada Rabu malam (7/5/2025), dengan inisiatif dan anggaran sendiri, pihaknya melakukan perbaikan jalan yang berlubang.

“Malam ini, bersama masyarakat serta anggota Babinsa dari Koramil Pegandon, kami saling bahu membahu memperbaiki jalan yang berlubang, dengan menggunakan matrial cor hot mix, panjangnya sekitar 200 meter dengan ketebalan 15 centimeter,” ujar Fatkhur, sapaan akrabnya di sela-sela perbaikan.

Pengecoran dilakukan mulai dari pertigaan Mbalong RT 04 RW 03 Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kendal sepanjang 200 meter ke arah kiri dan kanan.

Fatkhur berharap, supaya langkah memperbaiki jalan bisa diikuti oleh penambang lain. Sebab armada yang melalui jalan tersebut tidak hanya milik Farah Mukti Perkasa saja, tapi juga milik penambang yang lain.

“Semoga yang kami lakukan ini bisa menginspirasi penambang lain untuk melakukan hal yang sama,” harapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang bermukim disekitar jalan yang diperbaiki, Amroni, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh CV Fara Mukti Perkasa tersebut.

“Dengan perbaikan kerusakan jalan bisa lebih diperhatikan, supaya masyarakat pengguna jalan bisa nyaman, dan penambang pun bisa bekerja dengan tenang. Kalau jalan rusak dan penambang tutup mata, maka masyarakat akan bergejolak, tetapi bila jalan diperbaiki, masyarakat akan biasa saja, tidak ada gejolak,” ungkapnya.

“Intinya mohon jalannya diperhatikan, agar masyarakat pengguna jalan tidak terganggu,” tandas Amroni penuh semangat.

Senada diungkapkan Hadi, warga Desa Jatirejo lain, ia juga mengucapkan terimakasihnya kepada CV Farah Mukti Perkasa yang telah memperbaiki jalan yang rusak.

Sebagai masyarakat yang berada dilingkungan penambangan, ia mengaku tidak mempermasalah kan keberadaan tambang beroperasi, asal masyarakat yang ada dilingkungan dan kerusakan jalan diperhatikan.

“Seperti yang selama ini di lakukan, CV Fara Mukti Perkasa yang telah banyak memberikan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat Jatirejo dengan Baksos dan CSR nya,” ungkap Hadi.(HS)

Dimintai Bantuan DPP, Andy Wong Antusias Bangkitkan Kyokushinkai

Komisi III DPR Minta Polda Jateng Terus Tindak Peredaran Narkoba