HALO KENDAL – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kendal melalui Bidang Kesehatan menyelenggarakan Pelatihan Massage Tingkat Lanjut dan Perawatan Cedera Olahraga, yang dilaksanakan di Puskesmas Cepiring, Sabtu (11/7/2026).
Pembukaan pelatihan dihadiri Ketua Umum KONI Kabupaten Kendal, Subur Isnadi SH, Wakil Ketua Umum IV KONI Bidang Kesehatan, dr Turidin, Sekretaris KONI S Wahyu Widayanto, pengurus KONI Bidang Kesehatan, terdiri dari Slamet Riyadi, Agung Pujiatno dan Much Zuhri Shofa, Pemateri dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Muhamad Muhibi MPd, serta 30 peserta dari Tim Kesehatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.
Ketua Umum KONI Kabupaten Kendal, Subur Isnadi dalam sambutannya saat membuka pelatihan mengatakan, tim kesehatan merupakan komponen penting pada peningkatan prestasi atlet Kendal, khususnya dalam menghadapi Porprov Jawa Tengah XVII/2026 mendatang di Semarang Raya.
Menurutnya, hal itu telah dibuktikan pada ajang Porprov Jawa Tengah XVI tahun 2023 di Pati Raya lalu, di mana tim kesehatan sangat dibutuhkan untuk mencegah cedera, mengoptimalkan performa atlet, dan memastikan latihan fisik yang aman
“Sehingga, melalui Pelatihan Massage Tingkat Lanjut dan Perawatan Cedera Olahraga bertujuan untuk menghasilkan tenaga profesional dari Kabupaten Kendal yang siap menunjang prestasi pada Porprov XVII 2026 Semarang Raya mendatang,” tandas Subur Isnadi.
Waketum IV KONI Bidang Kesehatan, dr Turidin mengatakan, pelatihan merupakan bentuk komitmen KONI melalui bidang kesehatan untuk mendukung terbentuknya sumber daya manusia (SDM) profesional yang muaranya prestasi.
“Jadi para peserta yang mengikuti pelatihan ini, akan diberikan materi dan praktik langsung tentang message dalam tingkat lanjut dan perawatan cidera olahraga yang nantinya akan dihadapi para atlet dalam ajang Porprov XVII/2026 di Semarang Raya mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Slamet Riyadi dari Bidang Kesehatan KONI Kabupaten Kendal pada pelatihan massage, mengajarkan cara melakukan teknik gerak PNF (Proprioceptive Neuromuscular Facilitation).
Dijelaskan, gerak atau peregangan PNF adalah metode latihan yang menggabungkan kontraksi dan relaksasi otot untuk merangsang sistem saraf. Manfaat utamanya meliputi peningkatan fleksibilitas dan rentang gerak (ROM) secara cepat, penguatan otot, perbaikan koordinasi, serta percepatan pemulihan cedera.
Slamet berharap, dengan bekal pelatihan ini, tim kesehatan terutama para masseur bisa menerapkan untuk semua atlet saat event Porprov XVII2026 Semarang Raya.
“PNF ini sangat diperlukan oleh atlet, karena selain membantu dalam memaksimalkan stretching, juga dapat menjaga fleksibilitas otot atlet sebelum, saat, dan sesudah pertandingan, serta dalam mengurangi resiko cedera,” ungkapnya.
Sedangkan Muhamad Muhibi MPd, selaku praktisi masseur olahraga, yang juga sebagai Dosen Pengajar di Jurusan Ilmu Keolahragaan Unimus, memberikan pelatihan penatalaksanaan peran massage untuk atlet sebelum, saat dan sesudah pertandingan.
Metode baru yang dilatih untuk masseur KONI Kendal disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan saat praktik. Selain itu, dirinya juga memberikan teknik massage pada cedera otot hamstring yang sering dialami oleh atlet.
Mantan masseur PSIS Semarang tersebut juga berbagi pengalaman selama menjadi masseur olahraga, bagaimana tugas dan peran para masseur dilapangan sebagai tenaga pendukung, dalam meningkatkan prestasi olahraga.(HS)

