in

Berharap Pembangunan Gedung Seminari STPAK Ambon Berlanjut, Ini Upaya Kemenag RI

 

HALO SEMARANG – Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, Suparman berharap pembangunan gedung seminari, pada Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) St Yohanes Penginjil Ambon bisa dilanjutkan.

Hal ini disampaikan Suparman, setelah melihat bangunan tiga lantai, yang berdiri di samping Kompleks Seminari Tinggi St Fransiskus Ambon, baru-baru ini.

Suparman hadir dalam rangka Wisuda S-1 Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) St Yohanes Penginjil Ambon.

Dibangun pada 2018 dan 2019, bangunan ini tampak masih belum selesai, namun proses pembangunannya terhenti hingga sekarang.

Menurut Suparman, bangunan yang belum selesai itu sangat menganggu pemandangan di sekitar gereja.

Jika proses pembangunan diselesaikan, maka keberadaan gedung itu bisa digunakan umat.

“Kami sedang upayakan agar pembangunan gedung itu bisa dilanjutkan. Ini bagian dari pelayanan bagi masyarakat Katolik. Saya ingin memastikan umat Katolik terlayani kebutuhan dengan baik,” kata Suparman, yang baru saja dilantik Menag Yaqut Cholil Qoumas, 4 Desember 2023 lalu.

Suparman berhatap ada kerja sama dan kolaborasi semua lini, agar pada 2024 atau 2025, pembangunan gedung seminari ini dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam kunjungannya, Suparman juga sempat berbincang dengan Romo Ignatius, imam Katolik yang sehari-hari membina para frater di Seminari St Fransiskus.

Dari Romo Ignatius, diperoleh informasi bahwa bangunan tiga lantai itu, rencananya akan digunakan untuk aula, ruang kuliah, perpustakaan seminari, dan tempat bina lanjut para imam Keuskupan Amboina.

Kepada Suparman, Romo Ignatius bercerita bahwa pada 2017, Uskup Amboina Mgr PC Mandagi, mengusulkan pembangunan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Maluku.

Permohonan tersebut disetujui dengan lokasi pembangunan di kompleks Sekolah Seminari Tinggi St Fransiskus Xaverius, Poka-Rumah Tiga, Ambon.

Pengerjaan tahap pertama dimulai pada Juli 2018 hingga selesai pada 2019 dengan anggaran Rp 2,5 milyar. Namun, pembangunan tidak berlanjut, karena belum ada anggaran lagi.

Dirjen Bimas Katolik Suparman, lalu mendiskusikan hal itu dengan sejumlah pihak, untuk mendapatkan solusi.

Dirjen berkunjung ke Kepala Dinas PUPR dan menyampaikan harapan agar gedung seminari dapat berlanjut proses pembangunannya. Kepala Dinas PUPR menyambut baik permintaan Dirjen Bimas Katolik .

Dari Dinas PUPR, Dirjen lalu menuju Kantor Gubernur Provinsi Maluku. Suparman bertemu dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Maluku.

Dia menyampaikan harapan yang sama dan direspons positif oleh Kepala Bappeda. Harapannya, bangunan gedung seminari itu dapat terselesaikan pada 2024 atau 2025.

Dirjen ingin bergerak bersama agar masalah gedung mangkrak segera mendapat solusi.

Dirjen juga menjumpai Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Provinsi Maluku (TGUPP). Kepadanya, Suparman menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Maluku dapat membantu kelanjutan pembangunan gedung seminari.

Terakhir, Dirjen Suparman menghubungi Ketua DPRD Provinsi Maluku untuk mendiskusikan hal yang sama. Semoga pembangunan gedung seminari bisa dilanjutkan. (HS-08)

Selama Tahun 2023 Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas 1 TPI Semarang Layani 73.118 Pembuatan Paspor

Kemenag RI Gelar Seleksi Petugas Haji Daerah Januari 2024