HALO SEMARANG – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang angkat bicara menanggapi viralnya kondisi hidran kebakaran yang tertimbun material cor proyek jalan di Jalan Majapahit, tepatnya di depan Polsek Pedurungan. Kondisi tersebut menuai sorotan publik karena hidran tidak dapat difungsikan saat dibutuhkan untuk penanganan kebakaran.
Kasus ini mencuat setelah Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti, mengunggah video kondisi hidran tersebut melalui akun media sosialnya. Dalam video itu, Ade memperlihatkan hidran yang tertutup cor beton proyek jalan, sekaligus menyoroti lemahnya koordinasi lintas instansi dalam pelaksanaan pekerjaan di ruang publik.
Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Hariyadi, menyatakan perlunya evaluasi menyeluruh, khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) perawatan dan pengawasan hidran.
Sebagai langkah awal, PDAM akan menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dalam waktu dekat. Rapat tersebut akan difokuskan pada evaluasi bersama serta pembenahan sistem penataan hidran di lapangan.
“Rapat koordinasi ini bertujuan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, sekaligus membahas penataan dan penguatan infrastruktur pendukung instalasi hidran agar mudah diakses, berfungsi optimal, serta mendukung penanggulangan kebakaran secara cepat dan efektif,” ujar Hariyadi, Senin (5/1/2026).
Hariyadi menegaskan, sejak awal PDAM Tirta Moedal berkomitmen penuh mendukung tugas dan fungsi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, khususnya dalam ketersediaan suplai air saat kondisi darurat.
Dalam situasi kebakaran, PDAM siap mengirimkan pasokan air melalui armada tangki sesuai kebutuhan di lapangan. Sementara untuk kegiatan nonbencana, armada Damkar juga diperkenankan mengambil air di terminal air milik PDAM.
“Dukungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan melalui anggaran CSR PDAM. Karena itu, tidak dilakukan penagihan biaya air kepada Dinas Pemadam Kebakaran,” jelasnya.
Terkait rencana penambahan hidran, Hariyadi menyebut pihaknya akan terlebih dahulu melakukan inventarisasi jumlah dan kondisi hidran yang sudah ada. Langkah ini dilakukan bersama Damkar untuk memastikan lokasi, fungsi, dan kelayakan seluruh hidran di Kota Semarang.
“Nanti setelah inventarisasi bersama dengan Damkar, kita pastikan jumlah hidran yang ada, lokasinya di mana saja, dan kondisinya seperti apa. Kami sangat mendukung apabila ke depan dibutuhkan penambahan hidran di titik-titik baru untuk membantu kinerja teman-teman Damkar,” pungkasnya.
Kasus hidran tertimbun ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi lintas instansi dalam setiap proyek infrastruktur kota, terutama yang menyangkut fasilitas vital keselamatan publik.(HS)


