HALO SPORT – Tim Yamaha gagal menang pada MotoGP 2023 karena performa motornya yang tak kompetitif.
Kini, pabrikan Jepang itu serius bergerak untuk bangkit dari keterpurukan.
Salah satu langkahnya dengan memboyong salah satu teknisi senior Ducati, Massimo Bartolini.
Kehadiran Bartiolini diharapkan bisa menaikkan performa motor Yamaha.
Gebrakan Yamaha tentu menyenangkan pembalapnya, Fabio Quartararo.
Quartararo mendukung keterbukaan sikap Yamaha yang akhirnya mau mengubah budaya kerja mereka untuk merangkul perubahan dari Eropa.
Yamaha memang harus mengikuti ritme cepat Ducati, Aprilia, dan KTM dalam pengembangan.
Bartolini adalah insinyur divisi performa kendaraan Ducati yang merupakan salah satu kru andalan Gigi Dall’Igna, manajer umum Ducati.
Bartolini akan menjabat sebagai direktur teknis Yamaha yang baru bersama project leader Kazutoshi Seki.
Massimo sudah diincar lama oleh Presiden Yamaha Motor Racing Takahiro Sumi.
Sebelumnya, Yamaha sudah mempekerjakan Marco Nicotra yang sebelumnya merupakan staf dari departemen aerodinamika Ducati.
Nicotra telah bekerja di Yamaha sejak Oktober lalu.
Kepergian Bartolini menjadi pembicaraan karena dia adalah salah satu orang kepercayaan Dall’Igna.
Bagi Dall’Igna, pembajakan semacam ini lama kelamaan adalah hal yang biasa karena Yamaha bukan satu-satunya.
Pabrikan lain, KTM, juga sudah mencomot orang-orang veteran Ducati.
Dalam tiga tahun terakhir KTM merekrut mantan direktur teknis Ducati, Fabiano Stelacchini, hingga dua kepala kru kawakan Alberto Giribuola dan Christian Pupulin.
Manajer Tim Pabrikan KTM, Francesco Guidotti, juga direkrut dari tim satelit utama Ducati, yaknia Prima Pramac Racing.
’’Ketika insinyur kami yang paling berbakat pergi, maka kami akan melatih yang lain,’’ tutur Dall’Igna dikutip dari Motorsport.
Gigi menegaskan filiosofi dari proyek Ducati adalah bertaruh pada talenta muda dan mengubah mereka menjadi juara dunia, baik pembalap maupun insinyur. (HS-06)