in ,

Bazar Pangan Murah Jelang Lebaran 2024 di Balai Kota Semarang Disambut Antusias Warga

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendampingi PJ Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, saat meninjau salah satu stand bazar pangan murah di Balai Kota Semarang, Senin (1/3/2024).

HALO SEMARANG – Kegiatan Gerakan Pangan Murah Serentak di wilayah Jawa Tengah menjelang Idul Fitri 2024 yang digelar di Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda Semarang disambut antusias masyarakat, Senin-Selasa (1-2 April 2024). Kegiatan bazar Ramadan Kota Semarang diikuti sebanyak 60 UMKM yang juga menyediakan tebus murah paket sembako total 3.387 paket. Serta memberikan tebus suka rela berbagai bahan pangan bagi warga terdampak banjir.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, bahwa kegiatan gerakan pangan murah sekaligus juga paket tebus murah itu akhirnya dijadikan satu pada hari ini, sehingga bisa lebih memudahkan masyarakat untuk mencari kebutuhan lebaran.

“Paket sembako bisa tebus murah tadi ada 3.387, ini untuk masyarakat yang kita dipilih sesuai dengan mereka yang menengah ke bawah, dengan harga Rp 150.000 ditebus hanya Rp 50.000, tapi yang lainnya ini adalah dijual dengan harga rata-rata ada di bawah harga pasar, tadi seperti daging, ada selisih sampai Rp 15.000 dan ada minyak goreng juga selisih sampai Rp 3000- Rp 4000, tentunya ini memudahkan atau membantu masyarakat untuk bisa belanja menjelang hari raya idul fitri, kita harapkan ini merupakan salah satu stimulan untuk membantu masyarakat mencukupi kebutuhan lebaran,” paparnya, usai acara Apel Siaga Pangan Murah secara daring dan meninjau salah satu stand bersama PJ Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, Senin (1/4/2024).

Sedangkan untuk tebus suka rela diadakan di tiga kecamatan yang kemarin terdampak banjir, nantinya akan dilakukan tebus suka- suka.

“Ini kemarin mencontoh dari Yayasan Sam Po Kong, dimana beras ini dikumpulkan dari teman-teman PNS, juga kami menghimpun beras sebanyak nanti dua setengah kilogram, nanti dibagikan di tiga kecamatan, untuk bisa suka-suka jadi mau bayar Rp 10.000 apa Rp 1.000 atau Rp 5.000 atau berapa pun lah mereka mampu,” tambahnya.

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menjelaskan, meminta pemerintah kota/kabupaten se-Jawa Tengah untuk menjaga kestabilan harga atau inflasi di wilayahnya. Bekerjasama dengan Bank Indonesia.

“Kita harapkan inflasi kita di bulan ini terjadi penurunan, hasil yang disampaikan ibu Plt Kepala BPS RI, yang menyatakan bahwa inflasi di Jateng berada di bawah. Bulan ini kita atensi karena bisa turun, namun naik kembali kadang kita lalai, saya minta untuk terus menjaga harga di pasaran agar tidak melonjak signifikan,” paparnya.

Sementara, Rahmad Dwi Saputra selaku perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, menyampaikan, bahwa kenaikan harga terpantau di komoditas gula pasir, cabai, bawang merah yang terjadi di 12 kota di Jawa Tengah.

“Dan ada 9 kota dipantau inflasinya, lalu ada 3 daerah tidak dipantau yaitu Pemalang, Brebes dan Salatiga,” katanya.

Dikatakan dia, dalam kegiatan gerakan pangan murah ini total menyalurkan sebanyak 150 ton beras, 18 ton gula pasir, dan 9 ton ayam ras.

“Inflasi bulan ini turun berkat kerjasama dengan stake holder baik pemerintah provinsi, seluruh kota/kabupaten se- Jateng. Diharapakan sinergi terus untuk stabilitas harga sembako menjelang Lebaran,” pungkasnya.

Salah satu warga Ana, mengatakan, dirinya merasa terbantu dengan adanya bazar pangan murah jelang Lebaran ini. Karena selain Sembako harganya dibawah pasaran seperti beberapa bahan pangan, ada bawang merah, bawang putih dan cabai.

“Ada komoditas cabai seperempat kilogram hanya dengan membayar Rp 5.000 dengan aplikasi Qris, lalu bawang merah setengah kilogram dengan harga Rp 13 ribu dan bawang putih seharga Rp 19 ribu,” katanya. (HS-06)

 

 

Bupati Blora Sebut Jalan Brabowan-Giyanti Bakal Dibangun Bertahap

KAI Daop 4 Semarang: Tingkat Okupansi Tiket KA Angkutan Lebaran 2024 Masih 52 Persen