in

Baru Sebulan Naik, Harga BBM Non Subsidi Turun Lagi, Warga: Belum Sentuh Masyarakat Kecil

Sejumlah kendaraan antre mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pertamina, beberapa waktu lalu.

HALO SEMARANG – Pemerintah kembali menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang turun per 1 November setelah baru saja menaikkan harga beberapa jenis BBM pada persis sebulan lalu. Kini, Pertamax menjadi Rp 13.400 perliter sebelumnya Rp 14.000 per liter. Turun Rp 600 per liter.

Salah satu warga, Kiswanto menanggapi turunnya harga BBM non subsidi ini justru dinilai belum bisa dirasakan langsung oleh masyarakat menengah ke bawah. Sebab, sebagian besar konsumsi masyarakat yakni BBM subsidi.

“Penyesuaian harga BBM non subsidi belum menyentuh rakyat kecil. Karena sebagian besar warga membutuhkan pertalite atau BBM yang semestinya diturunkan harganya dibandingkan BBM jenis lainnya yang hanya dipakai kalangan menengah atas,” ujarnya, Rabu (1/11/2023).

Dia berharap, turunnya harga BBM non subsidi saat ini juga diikuti oleh penyesuaian harga BBM subsidi yang turun juga.

“Sehingga kalau masyarakat bisa mendapatkan subsidi lebih harga barang di pasaran maupun sektor jasa transportasi bisa lebih ditekan.
Apalagi, imbas penyesuaian harga BBM sebulan lalu, yang ikut membuat naik harga kebutuhan lainnya, terutama melonjaknya bahan pangan,” pungkasnya.

Salah satu warga lainnya, Yanto mengatakan, turunnya harga BBM non subsidi sangat senang karena bisa mengurangi pengeluaran biaya untuk mobilitasnya sehari-hari yang sebelumnya dinilai cukup tinggi.

“Cukup senang karena sebulan lalu BBM non subsidi naik, terus turun lagi. Jadi tidak terlalu berat dan pengeluaran pun tidak bengkak,” ujarnya.

Dikatakan Yanto, dengan penyesuaian harga BBM non subsidi tentunya bagus, agar perekonomian masyarakat terbantu.

“Misalnya, untuk para pelaku usaha yang bergerak di bidang jasa transportasi akan membuat lebih ringan. Sehingga daya beli masyarakat nantinya juga meningkat karena masih terjangkau. Biasanya, kalau harga BBM naik, harga kebutuhan lainnya juga ikut naik juga, semoga setelah turun harga lainnya juga makin turun,” katanya.

Seperti diketahui, mulai per 1 November 2023, pemerintah kembali melakukan menyesuaikan harga BBM non subsidi, selain Pertamax. Jenis lainnya juga dijual lebih rendah. Seperti Pertamax Turbo juga turun, menjadi Rp 15.500 dari yang sebelumnya Rp 16.600 perliter. Selanjutnya, Dexlite per 1 November 2023 turun jadi Rp 16.950 per liter dari sebelumnya Rp 17.200 per liter. Lalu, Pertamax Dex turun jadi Rp 17.750 per liter dari sebelumnya Rp 17.900 per liter. Kemudian Pertamax Green 95 turun jadi Rp 15.000 dari sebelumnya Rp 16.000 per liter. (HS-06)

 

PKB Pastikan Kiai Munif Istiqomah Dukung Cak Imin

Pj Gubernur Jateng Terus Gencarkan 10 Program Prioritas