in

Baru Diresmikan, Embung Nglawiyan Karangjati Langsung Jadi Tempat Wisata Baru

Warga memancing di Embung Nglawiyan di Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Setelag diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Sri Setyorini, Senin (2/3/2026) lalu, Embung Nglawiyan di Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, langsung diserbu masyarakat.

Antusiasme warga baik dari dalam maupun luar Kecamatan Blora untuk datang ke tempat itu, hingga Selasa (3/3/2026) tampak sangat tinggi.

Proyek strategis yang didanai APBD Provinsi Jawa Tengah senilai Rp8.596.495.000 ini, terdiri atas dua unit embung.

Embung Utara (78×68 m²) memiliki kapasitas tampung mencapai 18.678 meter kubik, sementara Embung Selatan (138×93 m²) mampu menampung hingga 49.320 meter kubik air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jateng, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa fungsi utama embung ini adalah penyediaan air baku saat kemarau untuk mengairi 40 hektare sawah.

Selain itu, kawasan ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru yang mampu menggerakkan UMKM lokal.

Kehadiran embung ini, membawa angin segar bagi para petani. Pono, salah seorang petani setempat yang kini telah membuka warung kopi di depan embung, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Dulu kami hanya bisa tanam padi sekali setahun. Dengan adanya embung ini, kami berharap bisa tanam dua sampai tiga kali setahun. Ini sangat membantu kesejahteraan kami,” ungkap Pono, seperti dirilis blorakab.go.id.

Hal senada disampaikan oleh tokoh masyarakat, Sumindar. Ia mengusulkan agar pemerintah segera menebar benih ikan seperti nila, gurami, dan patin.

“Selain mempercantik embung, ini akan menarik para pemancing dan membuka peluang usaha baru bagi warga,” ujarnya.

Pengembangan Infrastruktur

Meski disambut baik, sejumlah catatan untuk pengembangan lokasi terus bermunculan. Sutardi, mantan pejabat Pemda Blora yang kini tinggal di Perumnas Karangjati, menyarankan agar akses jalan menuju embung segera diperbaiki dan dilakukan pavingisasi di area sekeliling embung.

“Perlu ada jalur untuk olahraga seperti senam, jalan santai, hingga bersepeda. Penataan landscape untuk warung UMKM dan penghijauan juga harus diprioritaskan agar memberikan efek domino bagi ekonomi warga,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Blora, Surat, menyatakan bahwa saat ini pengelolaan masih berada di bawah wewenang PUPR Provinsi Jateng.

Pihaknya berharap instruksi Gubernur saat peresmian terkait kelengkapan infrastruktur jalan, pavingisasi, dan penghijauan dapat segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait di tingkat provinsi.

Mantan Kepala Dinas Pertanian Blora, Bambang Sulistya memberikan catatan sejarah bahwa pembangunan embung ini adalah realisasi dari semangat “Memanen Hujan”.

Menurutnya, untuk membuat petani Blora tersenyum dan meningkat pendapatannya, pembuatan embung di setiap desa harus terus digalakkan, sebagaimana program bantuan Bank Dunia pada medio 2005-2010 silam.

Kini, dengan panorama hamparan sawah yang luas dan udara segar, Embung Nglawiyan tidak hanya menjadi infrastruktur pengairan, tetapi juga menjadi lokasi healing dan olahraga keluarga yang menjanjikan di jantung Kabupaten Blora. (HS-08).

 

 

Pemkab Rembang Dorong Optimalisasi IPAL SPPG

Program SPHP Beras 2026 Mulai Digulirkan di Maret, Ketentuan Pembelian Maksimal Ditingkatkan Bapanas