in

Banyumas Programkan Peremajaan Kelapa dengan Jenis Genjah

Pertemuan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI, belum lama ini. (Foto : banyumaskab.go.id)

 

HALO BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Kementerian Pertanian dan stakeholder, akan melaksanakan program peremajaan perkebunan kelapa, menggunakan jenis genjah yang memiliki sejumlah keuggulan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI, belum lama ini.

Pertemuan dilakukan untuk memfinalisasi rencana pengembangan kelapa genjah, varietas pendek, yang jauh lebih aman dan produktif.

Peremajaan ini sekaligus merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas, untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja yang dialami petani, akibat memanjat pohon kelapa yang terlalu tinggi.

Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian dan Perkebunan, I Ketut Kariyasa, menjelaskan bahwa kelapa genjah dapat menjadi solusi, karena pohonnya relatif pendek, sehingga penderasan menjadi lebih aman dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk perempuan.

Produktivitas petani juga dapat meningkat. Jika sebelumnya satu petani hanya mampu menderas 25 pohon per hari, kini dengan kelapa genjah, produktivitas bisa melonjak hingga 100 pohon per hari.

Lebih lanjut I Ketut Kariyasa mengatakan, Kementerian Pertanian siap mendukung penuh program ini.

Kementan, melalui BPP Perkebunan dan BPPTP, akan menyediakan benih kelapa genjah serta memberikan bimbingan teknis (bimtek) komprehensif mulai dari pembibitan, budi daya, panen, hingga pascapanen.

Program ini tidak hanya berhenti pada peningkatan budidaya, tetapi juga selaras dengan agenda hilirisasi nasional.

Kelapa genjah Banyumas diarahkan tidak hanya dijual dalam bentuk butiran, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti nira, gula, hingga susu kelapa.

Menurut I Ketut Kariyasa, jika produk susu kelapa berhasil menggantikan sebagian besar dari 75% impor susu nasional, dampaknya terhadap ketahanan ekonomi dan gizi Indonesia akan luar biasa.

Sementara itu Bupati Banyumas, Sadewo menegaskan bahwa program ini adalah kelanjutan dari inisiatif sebelumnya dan kini didorong untuk segera terealisasi.

Pemkab Banyumas juga berkomitmen mendukung penuh dengan strategi kolaborasi, bersama Kementerian Pertanian, pihak swasta, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dalam kerja sama itu, Pemkab Banyumas menyediakan tanah tidak produktif untuk ditanami kelapa genjah.

Pihak swasta, dalam hal ini PT Integral Mulya Cipta (IMC), bertanggung jawab atas pembiayaan dan pengelolaan. Selain itu  BUMD akan menjual hasil panen berupa benih kelapa.

“Pemda hanya menyediakan tanah. PT IMC yang membiayai dan mengelola. Keuntungan akan dibagi berdasarkan skema yang akan diatur oleh Bagian Hukum dan Pemerintahan,” jelas Bupati Sadewo, seperti dirilis banyumaskab.go.id.

Bupati telah menginstruksikan seluruh satuan kerja terkait, terutama Dinas Pertanian, untuk segera menyiapkan segala kebutuhan teknis, administratif, dan koordinasi lapangan.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat lokal. (HS-08)

Isi Kegiatan Kokurikuler, Diskominfo Cilacap Ajak Siswa MTs Negeri 4 Cilacap Bijak Bermedia Sosial

4 Warga Desa Randudongkal Terima Bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni