in

Banjir Melanda Lima Kecamatan, BPBD Kendal Masih Tetapkan Status Siaga

Banjir di wilayah Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Meski kondisi banjir melanda lima kecamatan namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal belum menaikkan status tanggap darurat.

Hal itu dilakukan, lantaran banjir akibat hujan berintensitas tinggi sejak Kamis 15 Januari 2026 hingga Jumat 16 Januari 2026 dini hari masih terkendali.

BPBD mencatat, banjir terjadi di lima kecamatan dengan ketinggian air bervariasi, antara 10 sentimeter hingga 1 meter.

Luapan air berasal dari lima sungai, yakni sungai Kendal yang mengakibatkan banjir di Kecamatan Kendal, sungai Penut mengakibatkan banjir di Pegandon, sungai Bedo membanjiri Kecamatan Ngampel, sungai Waridin mengakibatkan banjir di Kecamatan Brangsong, dan sungai Aji yang membanjiri Kecamatan Kaliwungu.

Kepala Seksi Kedaruratan yang juga menjabat Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Kendal, Iwan Sulistyo menyampaikan, dampak banjir yang masih terjadi di beberapa wilayah belum sampai mengganggu aktivitas dan penghidupan masyarakat secara signifikan.

“Status masih siaga. Belum ada peningkatan ke tanggap darurat karena berdasarkan kajian, banjir yang terjadi masih bisa ditangani dan tidak menimbulkan gangguan besar,” ujarnya.

Iwan mengungkapkan, dari hasil pemantauan, hingga Jumat siang masih terdapat 19 desa dan kelurahan di tiga kecamatan yang tergenang, yakni Kecamatan Ngampel, Pegandon, dan Kendal.

Meski demikian, lanjutnya, BPBD menyebut belum ada pengungsian massal berskala besar. Sebagian warga masih bisa bertahan di rumah masing-masing.

“Di Desa Karangmulyo Kecamatan Pegandon misalnya, ada inisiatif dari kepala desa bersama PKK untuk mengantisipasi tujuh orang warganya yang dievakuasi dan diungsikan di rumah kepala desa dan saudara,” jelas Iwan.

BPBD Kendal mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, karena prakiraan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi hingga 21 Januari 2026.

“Upaya mitigasi juga terus dilakukan, termasuk rencana operasi modifikasi cuaca di wilayah pantura, termasuk Kabupaten Kendal,” imbuh Iwan.

Sementara itu, warga Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Soimah mengungkapkan, banjir yang terjadi di wilayahnya berasal dari luapan sungai Waridin

Meski air sudah mulai surut, Jumat siang (16/1/2026), dirinya berharap ada penanganan jangka dari pihak terkait dalam kurun waktu panjang, supaya kejadian serupa tidak terus berulang.

“Banjir tadi malam sampai setinggi lutut orang dewasa. Alhamdulillah sekarang sudah mulai surut, tapi masih ada beberapa rumah yang tergenang,” ungkap Soimah.(HS)

Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati Dilakukan hingga 20 Januari

145 Ritase Sampah Diangkut, Pemkot Semarang Sterilkan TPS Muktiharjo Kidul