
HALO SEMARANG – Srikanti (70) terlihat bahagia usai menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah di Kantor Pos Besar Johar Semarang, Senin (11/5/2020).
Warga Karangtempel Kota Semarang ini senang lantaran bantuan tunai yang diterima bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Srikanti mengaku senang mendapat perhatian pemerintah. Apalagi dalam kondisi sulit seperti saat ini, bantuan yang dia terima sangat berarti untuk kelangsungan hidupnya dan keluarga.
“Alhamdulillah sudah dapat bantuan tunai, dengan ini saya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Srikanti.
Penyaluran Bantuan Sosial Tunai di Kota Semarang memang telah berlangsung sejak Jumat (8/5/2020). Total sebanyak 47.129 Keluarga Penerima Manfaat (PKM) akan menerima bantuan sebesar Rp 600.000 perkeluarga/bulan.
Hal ini disampikan Kepala Kantor Pos Semarang, Mujiyono saat ditemui di sela penyaluran BST di Kantor Pos Besar Johar Semarang, Senin (11/5/2020).
Menurutnya, penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) telah dilakukan sebulan lalu oleh PT Pos di Jabodetabek. Dikarenakan Jawa Tengah masuk wilayah II, maka penyaluran BST baru dilakukan beberapa waktu ini.
“Untuk Kota Semarang, data KPM yang diterima PT Pos ada sebanyak 47.129 keluarga. Mereka akan mendapatkan BST senilai Rp 600.000 selama tiga bulan,” ujar Mujiyono.
Mujiyono memaparkan, mekanisme penyaluran BST di Kantor Pos ada tiga cara, yakni secara door to door mendatangi langsung ke rumah PKM. Kedua, diserahkan langsung di Kantor Pos masing-masing, wilayah, dan ketiga lewat komunitas.
“Komunitas artinya di tempat-tempat yang dekat dengan penerima, misal di kelurahan, kecamatan dan lain-lain. Alhamdulillah semua disupport full dan difasilitasi oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Dari 16 kecamatan, lanjut Muji, ada yang pembayarannya dilakukan di kelurahan dan kecamatan, seperti di Tugu, Ngaliyan, Mijen, Pedurungan, dan Genuk.
“Karena kami sadar, kami hanya memiliki 33 kantor cabang di Semarang. Sebanyak 70 persen kami sewa ruko, sehingga pasti akan mengalami penumpukan jika dilakukan di sana. Padahal sudah diingatkan untuk physical distancing,” kata Muji.
Dia menambahkan, untuk masyarakat lanjut usia atau sakit dengan kondisi tidak memungkinkan hadir mengambil BST di Kantor Pos, maka pihaknya akan door to door mendatangi rumah PKM.
Pihaknya menargetkan, penyaluran BST di Kota Semarang bisa selesai pada tanggal 20 Mei 2020 agar bisa dilanjutkan penyaluran BST Tahap II.
“Kenapa memilih PT Pos, karena kami memiliki pengalaman bertahun-tahun sebelumnya perihal pembagian bantuan langsung tunai (BLT). Sehingga prosedur dan teknis penyaluran bantuan bisa diantisipasi semua,” katanya.
Dia mengatakan, pola pembayaran BST dilakukan secara realtime.
“Kami pakai aplikasi yang transparan, PKM harus kami foto, dan menunjukkan KTP. Hal ini untuk memastikan penerima benar-benar sesuai data,” imbuhnya.
Bantuan Sosial Tunai tidak semua dilakukan lewat Kantor Pos. Ada yang melalui Himbara (perbankan). Di Kota Semarang, penyaluran BST lewat Bank BTN ada 116 PKM, BRI 3.197 PKM, Bank Mandiri ada 866 PKM dan BNI ada 1.397 PKM.(HS)