Selain itu, BEM Kendal juga menyoroti terkait truk-truk besar yang masuk jalur padat penduduk di wilayah Kaliwungu, yang kerap menimbulkan kemacetan dan rawan kecelakaan.
Ketua BEM Kendal, Irsyad, menyampaikan audiensi dipilih sebagai langkah damai untuk menyuarakan aspirasi, mengingat kondisi Kendal saat ini perlu dijaga agar tetap kondusif.
“Kami sudah mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Kendal. Tanda bahwa kami lebih memilih audiensi daripada aksi turun ke jalan, karena situasi saat ini perlu tetap terjaga dan kondusif,” ujarnya, Selasa (9/9/2025)
Irsyad menjelaskan, dalam forum audiensi tersebut, BEM Kendal lebih menyoroti terkait masalah sampah yang dinilai belum tertangani secara serius di Kendal.
Hal senada disampaikan Malik, salah satu perwakilan BEM Kendal mencontohkan, di beberapa desa, warga diarahkan untuk membuang sampah pada tempatnya, tetapi pemerintah desa justru tidak menyediakan fasilitas tempat sampah.
“Akibatnya masyarakat membuang sampah ke sungai. Ini harus segera ada solusi nyata,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, pertemuanya dengan BEM Kendal ini menjadi wadah penyampaian aspirasi mahasiswa terkait berbagai persoalan krusial di daerah, mulai dari sampah, banjir, kerusakan lingkungan akibat galian C, hingga masalah infrastruktur dan ketenagakerjaan serta pendidikan.
“Alhamdulillah audensi bersama adik- adik mahasiswa atau BEM Kendal ini berjalan lancar aman dan kondusif. Apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan dari BEM Kendal ini akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Menanggapi tuntutan dari BEM Kendal, Bupati mengakui, persoalan sampah memang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Bahkan diakui, Kendal sempat masuk dalam 341 kota/kabupaten dengan predikat daerah terkotor.
“Produksi sampah di Kendal mencapai 390 ton per hari. Dari jumlah itu, sekitar 200 ton ditangani masyarakat, sisanya kami kirim ke TPA. Kami juga sudah menyiapkan kerja sama dengan investor, kelompok masyarakat, hingga perguruan tinggi untuk memperkuat penanganan sampah,” ungkapnya.
Bupati juga menyebut, Pemkab Kendal tengah menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di beberapa wilayah.
“Adapun program TPS 3R yang sudah mulai berjalan itu di wilayah Cepiring, Patean dan Sukorejo. Dalam hal ini kita juga akan menerbitkan surat edaran agar desa menganggarkan TPS 3R melalui dana desa,” tandasnya.
Sementara pada sektor infrastruktur, Bupati menegaskan bahwa, untuk infrastruktur jalan di Kendal sudah mantap, tinggal 15 persen yang masih dalam proses perbaikan.
“Perbaikan jalan masih menjadi prioritas kami. Sementara di bidang ketenagakerjaan, kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Industri Kendal (KIK) juga terus meningkat. Kebutuhan tenaga kerja di Kendal mencapai 11 ribu oran dan dari Kendal sendiri saat ini sudah ada 17 ribu pelamar,” tandasnya.
Sedangkan terkait persoalan galian C, Bupati mengaku, sudah membentuk satgas khusus bersama aparat penegak hukum. Pihaknya berharap dengan dibentuknya satgas, dampak kerusakan lingkungan bisa ditekan dan PAD dari sektor ini tetap optimal. (HS-06)