HALO KLATEN – Polres Klaten menyiapkan 6 pos pengamanan (Pospam) dan 2 pos strongpoint, dalam Operasi Lilin Candi 2024 di wilayahnya.
Pospam tersebar di beberapa titik strategis, seperti Alun-alun Klaten, exit tol Prambanan, Pospam Gereja Maria Asumpta, Pospam Wisata Air Polanharjo dan Tulung, serta Posyan Alun-Alun dan Pos Terpadu Prambanan.
Sedangkan pos strongpoint akan berada di Exit Tol Klaten dan Exit Tol Polanharjo.
Hal itu diungkapkan Wakapolres Klaten Kompol Tegar Satrio Wicaksono, ketika memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2024, untuk pengamanan Natal Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025, Jumat (20/12/2024).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Dishub, Satpol PP, PMI, relawan SAR/BPBD, dan Banser.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebanyak 516 personel akan dilibatkan, termasuk bantuan dari TNI sebanyak 60 personel.
“Fokus utama pengamanan mencakup rumah ibadah, pusat keramaian, dan jalur lalu lintas, termasuk tol fungsional dan tol operasional seperti Polanharjo dan Klaten,” kata dia, seperti dirilis humas.polri.go.id.
Sementara itu ketika membacakan sambutan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Wakapolres mengatakan apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen tugas untuk mengecek kesiapan personel dan sarpras dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, sehingga seluruhnya dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Diperkirakan, puncak arus mudik akan terjadi pada 21 Desember 2024 dan 28 Desember 2024. Adapun puncak arus balik, pada 29 Desember 2024 dan 1 Januari 202.
Adapun potensi pergerakan masyarakat mencapai 110,67 juta orang, meningkat sebesar 2,83% atau 3,04 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Perayaan nataru menjadi momen penting bagi masyarakat untuk beribadah, bersuka cita, berlibur dan berkumpul bersama keluarga, sehingga akan berdampak pada meningkatnya mobilitas serta aktivitas masyarakat secara masif di berbagai daerah,” kata dia.
Pemusnahan bukti
Selain kesiapan pengamanan, Polres Klaten juga melakukan pemusnahan barang bukti (BB) minuman keras hasil kegiatan rutin sepanjang 2024.
Sebanyak 2.338 botol miras berbagai merek, mayoritas berupa Ciu, dimusnahkan pada apel tersebut. Pemusnahan dilakukan sebagai bentuk upaya preventif dan represif untuk menekan peredaran miras di masyarakat.
“Ini adalah hasil dari operasi yang kami tingkatkan sejak Januari hingga Desember. kita laksanakan pembinaan, BBnya lumayan 1-2 botol hingga terkumpul ribuan ini. Kami juga melakukan sosialisasi sanksi kepada para penjual minuman keras, sehingga tahun ini terjadi penurunan jumlah penjual miras,” jelas Kompol Tegar Satrio Wicaksono.
Barang bukti miras yang dimusnahkan ini sebagian besar merupakan hasil operasi gabungan dari 26 polsek di wilayah hukum Polres Klaten.
Beberapa telah diproses hukum berupa tindak pidana ringan (tipiring) maupun pembinaan dan barang bukti dimusnahkan untuk mengurangi dampak buruk miras bagi masyarakat.
Hadiri dalam apel tersebut Kasdim 0723 Klaten Mayor Cba Joko Prasetyo serta Kepala Dishub Kabupaten Klaten Supriyono. (HS-08)