HALO SEMARANG – Dampak setiap kali terjadi banjir dan kerap menjadi momok yang ditakuti masyarakat, yakni munculnya berbagai penyakit. Penyakit yang sering ditimbulkan akibat genangan air banjir mulai dari kulit gatal-gatal, diare, hingga terkena penyakit cukup berat yakni Leptospirosis yang ditularkan oleh tikus.
Menurut Drg Rahajeng Widyaswari Tjahjo Kumolo calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng 1, dampak banjir yang terjadi beberapa kali di Kota Semarang saat memasuki musim hujan, rentan sekali yang berefek timbulnya berbagai penyakit yang menyerang warga. Seperti gatal pada kulit, diare, maupun penyakit lain yang diakibatkan oleh kondisi lingkungan yang kurang bersih.
“Menanggulangi penyakit disebabkan banjir, masyarakat perlu diberikan pengetahuan tentang macam-macam penyakit yang sering muncul serta cara penangananannya. Sosialisasi bisa melalui RT/RW di lingkungan yang rawan terjadi banjir. Sehingga warga bisa terlibat aktif dan memiliki pengetahuan cara menanganinya secara mandiri, serta diharapkan bisa menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan,” paparnya saat ditemui di Semarang, Selasa (28/11/2023).
Dikatakan, apalagi kejadian banjir di Kota Semarang ini tidak baru sekali terjadi, sehingga masyarakat diminta turut aktif mengantisipasi masalah penyakit yang biasanya umum terjadi. “Kejadian banjir kan berulang, jadi masyarakat harus mengetahui cara untuk mencari pengobatan pertama jika sampai terkena penyakit,” katanya.
Ditambahkannya, memang saat ini upaya dari Pemerintah Kota Semarang untuk mengurangi dampak luasan wilayah banjir terus dilakukan. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut terlibat dalam upaya penanganan banjir, misalnya tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi membuat sumbatan di aliran sungai. Selain itu juga rutin membersihkan saluran air di lingkungan sekitar, dengan cara kerja bakti.
Pihaknya juga mengapresiasi langkah Pemkot Semarang yang sudah dengan cepat merespon setiap masalah yang berkaitan dengan dampak banjir. “Misalnya dengan memberikan perhatian terhadap masyarakat terdampak banjir, dengan pemberian obat gratis, pemeriksaan medis, pendampingan kesehatan, penyediaan air bersih dan sarana lainnya. Apalagi jika ada balita dan batita yang sangat rentan terhadap berbagai penyakit di lingkungan yang terkena imbas banjir,” pungkasnya.(HS)