in

Antisipasi Krisis Pangan, Masyarakat Didorong Manfaatkan Lahan Tak Produktif

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Masyarakat di Jawa Tengah didorong untuk bisa memanfaatkan lahan tak produktif di sekitar rumahnya, untuk ditanami berbagai macam tanaman pangan dan sayuran. Hal ini untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan global yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2023 mendatang. Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko menegaskan, Indonesia, khususnya Pemprov Jateng dinilai perlu bersiap sejak dini untuk menghadapi ancaman krisis pangan global di 2023.

Dirinya secara khusus mengajak semua pihak bersama berkontribusi terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan, dengan memperkuat lumbung-lumbung pangan dan cadangan pangan untuk ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap tak hanya pemerintah yang mengantisipasinya. Warga juga perlu berinisiatif memanfaatkan lahan kosong dengan ditanami beragam sayur-sayuran dan tanaman pangan lainnya. Sehingga dapat menjaga ketahanan pangan masyarakat. Jenis tanamannya bisa apa saja, yang berkaitan dengan kebutuhan pangan atau tanaman produktif,” katanya, Jumat (21/10/2022).

Pemanfaatan lahan kosong di tengah kota maupun di desa-desa oleh warga, merupakan upaya untuk menjaga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi.
Sementara gagasan terkait mewujudkan cadangan pangan daerah harus diwujudkan dalam waktu dekat. Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah juga harus melakukan manajemen stok sebaik mungkin.

“Perlu keterlibatan masyarakat dalam upaya mengantisipasi ancaman krisis ini. Maka pemerintah daerah diharapkan bisa mendorong pemanfaatan lahan tak produktif untuk masyarakat. Sosialisasi dan pemahaman perlu dilakukan, agar kesadaran masyarakat pun meningkat,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi banyak negara terancam menjadi negara gagal akibat ancaman krisis pangan, energi, keuangan, hingga dampak perubahan iklim. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan pada produksi pangan, sehingga memunculkan ancaman kelaparan. Jokowi menyatakan, bahwa kemampuan setiap negara berbeda-beda menghadapi ancaman krisis tersebut.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober. Jokowi menyebut negara-negara di dunia terancam mengalami krisis ekonomi, energi, dan pangan akibat pandemi Covid-19 yang terjadi selama 3 tahun dan konflik Rusia-Ukraina yang tak kunjung berakhir.

“Ada berbagai prediksi tentang situasi global ke depan yang sama bahwa banyak negara di dunia yang rakyatnya terancam menghadapi kerawanan pangan akut. Hampir tiga tahun pandemi, lalu konflik dan perang di Ukraina, telah membawa dampak krisis ekonomi, energi, dan pangan ke seluruh dunia,” tulis Jokowi di akun Instagramnya @jokowi, Minggu (16/10/2022).

Menurutnya, mau tidak mau Indonesia harus bersiap menghadapi berbagai ancaman krisis, khususnya krisis pangan dengan meningkatkan ketahanan pangan. Jokowi mengklaim bahwa Indonesia sudah jauh-jauh hari melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi ancaman krisis pangan.

“Jauh-jauh hari sebelumnya, jalan menuju ketahanan pangan itu sudah kita persiapkan, salah satunya dengan membangun infrastruktur di bidang pertanian, dari bendungan, embung, hingga jaringan irigasi yang mendukung produksi pertanian nasional,” ujarnya.(HS)

Ganjar: Waspadai Penumpang Gelap dan Adu Domba Isu Jokowi Ketum PDIP

Korban Penembakan Salah Sasaran di Texas Dimakamkan, Ini Pesan Sang Suami