HALO REMBANG – Angka konsumsi ikan Kabupaten Rembang, pada 2021 ternyata masih jauh di bawah target nasional. Padahal mengonsumsi ikan bisa menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi keluarga, sekaligus mencegah stunting pada anak.
Ajakan untuk mengonsumsi ikan pun terus digaungkan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang, melalui beragam sosialisasi, antara lain seperti yang digelar di kawasan wisata Taman Sarinah, Desa Karangsari, Kecamatan Sulang, Kamis (2/6/2022).
Sosialisasi dilakukan pada puluhan warga desa. Mereka termasuk para ibu hamil, ibu mempunyai anak stunting, ibu mempunyai anak balita, ibu menyusui, dan remaja putri pranikah.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang, Sofyan Cholid, pada 2022, Pemerintah Pusat menargetkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) Nasional tahun 2022 sebesar 59,53 kilogram per kapita per tahun setara ikan utuh segar.
Namun demikian target nasional itu masih belum dapat dicapai oleh Kabupaten Rembang. Di wilayah ini, menurut data 2021, angka konsumsi ikan baru mencapai 38,9 kilogram per kapita per tahun.
Target capaian tahun 2022 pun, masih jauh dari target nasional 43,7 kilogram per kapita per tahun.
Padahal potensi perikanan wilayah ini cukup tinggi. Wilayah dengan garis pantai sekitar 64 kilometer ini, pada 2021, mampu memproduksi ikan laut mencapai 111,7 ton.
Lanjut dia, melalui sosialisasi semacam ini, masyarakat diharapkan memperoleh pengetahuan lebih banyak, tentang kandungan gizi dan manfaat mengonsumsi ikan.
Para peserta juga memperoleh informasi mengenai cara mengolah ikan, sehingga mereka dapat lebih kreatif dalam menghadirkan beragam menu berbahan dasar ikan. Dengan menu hidangan keluarga yang variatif tersebut, dia berharap keluarga para peserta akan lebih menyukai untuk mengonsumsi ikan.
Jika masyarakat sudah menggemari makan ikan, maka asupan gizi mereka pun meningkat. Bagi para ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan perempuan yang akan menikah, gizi yang baik sangat penting untuk mencegah anak-anak stunting.
Hal ini karena ikan memiliki kandungan gizi yang lebih baik, dibanding produk hewani lainnya, terutama lemak omega 3.
“Kandungan gizi ikan ini terutama Omega 3 ikan itu penting sekali pada 1.000 hari pertama kehidupan. Di situ benar-benar terjadi pembentukan otak, nah omega 3 ini bisa membantu dalam pembentukan otak dan ada kalsium dalam kandungan ikan untuk membantu pertumbuhan,” terangnya.
Ketua TP PKK Kabupaten, sekaligus Ketua Forum Peningkatan Angka Konsumsi Ikan, Hasiroh Hafidz yang hadir dalam acara itu, mengajak para ibu rumah tangga, untuk menjadikan ikan sebagai menu wajib bagi keluarga.
Dalam mengolah ikan, tak selalui dengan menggoreng atau memanggang. Ikan bisa diolah menjadi beragam makanan yang menarik bagi anak-anak, termasuk cemilan.
“Cemilan berbahan ikan juga banyak saat ini. Seperti rengginang teri, bakso ikan dan lainnya. Banyak orang luar sekarang pesan makanan berbahan ikan di Rembang. Bahkan menjelang Lebaran, pesanan membludak. Monggo kita ikut mengonsumsi juga, agar anak-anak tidak menjadi stunting,” kata dia,
Sementara itu Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro” sebagai Ketua Penurunan Stunting Kabupaten, menyampaikan tim dari Provinsi Jawa tengah mengapresiasi Pemkab Rembang, atas aksi penurunan stunting tahun 2021. Pasalnya penurunan stunting cukup signifikan.
“Nilainya belum muncul tapi secara informal tim dari provinsi mengapresiasi apa yang kita lakukan di 2021 kemarin. Penurunan stunting dari 2021 kita di angka 23 persen, per hari ini kita sudah 18 persen,” ungkapnya.
Target di 2024 , Wabup Hanies menyebut penurunan stunting ditekan sampai 14 persen. Hal itu bisa dicapai melihat semakin banyak masyarakat yang menyukai makanan berbahan ikan. (HS-08)