HALO DEMAK – Sebanyak 320 personel Polres Demak akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan melayani masyarakat, dalam Operasi Ketupat Candi 2023, di Kota Wali.
Ratusan anggota Polri tersebut, masih ditambah dengan ratusan personel dari berbagai instansi dan lembaga, antara lain 60 dari personil Kodim 0716 Demak dan 150 pihak terkait lainnya.
Seluruh kekuatan, baik dari Polri, TNI, Pemkab, maupun unsur terkait lainnya, Senin (17/04/2023), mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi Tahun 2023 di Lapangan Apel Wicaksana Lagawa Mapolres Demak.
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono, dalam keterangannya mengatakan ratusan personil tersebut akan bertugas di 5 Pos Pengamanan.
Masing-masing pos tersebut berada di Sayung, Trengguli, Mranggen, Karangawen, Exit tol Kadilangu serta 1 Pos Pelayanan di Alun-alun Simpang Enam Demak.
Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono juga mengungkapkan bahwa wilayah Kabupaten Demak dilintasi jalur nasional mulai Kecamatan Sayung sampai Kecamatan Karanganyar.
Sementara itu saat memimpin apel gelar pasukan, Bupati Demak Eisti’anah, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud sinergisitas Polri dengan stakeholder terkait, dalam rangka mengamankan mudik dan perayaan hari raya Idul Fitri 1444 H.
Saat membacakan amanat dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Bupati Demak menjelaskan bahwa Polri bersama stakeholder terkait, berkomitmen untuk mengoptimalkan pengamanan, melalui Operasi Terpusat dengan sandi “Ketupat 2023” selama 14 hari yang akan berlangsung mulai tanggal 18 April sampai dengan 1 Mei 2023.
”Operasi ini telah diawali dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) tanggal 10 sampai 16 April 2023 dan akan dilanjutkan pasca operasi tanggal 2 sampai dengan 9 Mei 2023,” kata Bupati Eisti.
Apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2023.
“Terlebih lagi Kemenhub RI memperkirakan potensi pergerakan masyarakat akan mengalami peningkatan dari 85,5 juta orang pada tahun 2022, menjadi 123,8 juta orang pada tahun 2023 atau meningkat 44,8%”, tambahnya.
Sebelumnya, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak mendirikan fasilitas / Posko Kesehatan di beberapa titik lokasi.
“Ada lima titik lokasi dibangunnya posko mudik, lokasi didirikanya Posko Mudik tersebut meliputi di Alun-alun Simpang Enam Demak, di Trengguli, di Sayung, Mranggen, kemudian Karangawen,” kata Agus, Public Safety Center (PSC) Dinkes Kabupaten Demak, yang sedang bertugas di posko Alun-alun Simpang Enam Demak Minggu (16/4/23).
Dia mengatakan posko kesehatan itu dibuka untuk umum, bukan hanya pemudik.
“Biasanya pada H-3 lebaran sampai dengan H + 3 itu ramai sehingga memang jika ada yang ingin cek kesehatan kami layani untuk umum. Jadi tidak hanya pemudik saja yang kita layani. Seperti yang sudah-sudah biasanya yang lagi tarawih di Masjid Agung Demak kalau mau ngecek kami juga layani, dan tanpa dipungut biaya,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut Agus juga menambahkan bahwa sesuai dengan instruksi oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Posko Kesehatan dibuka mulai 15 April 2023 sampai 29 April 2023.
“Sesuai arahan Kemenkes RI kami mendirikan Posko dari tanggal 15 April sampai 29 April mendatang,” kata dia. (HS-08)