in

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Dipastikan Dapat Dukungan Warga Nahdliyin, Ini Alasannya

Cagub Jateng Ahmad Luthfi saat debat ketiga di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang, Rabu (20/11/2024) malam. 

HALO SEMARANG – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, dipastikan mendapat dukungan penuh dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) atau warga Nahdliyin.

Kombinasi Ahmad Luthfi yang dikenal sebagai kader NU tulen dan Taj Yasin, yang merupakan putra ulama kharismatik KH. Maimun Zubair, menjadi daya tarik kuat bagi para pemilih dari kalangan NU di Jawa Tengah.

Pengamat politik dari UIN Walisongo Semarang, Dr. M. Kholidul Adib, mengatakan ada beberapa faktor penting yang menjadikan pasangan ini favorit di kalangan warga NU.

“Keduanya sama-sama mendapatkan tempat di hati warga Nahdlatul Ulama (NU). Hanya saja, Pak Luthfi dan Taj Yasin berpeluang mendapatkan suara lumayan banyak dari warga NU karena beberapa faktor,” kata Kholidul Adib saat dihubungi, Sabtu (23/11/2024).

Menurut Kholidul Adib, salah satu faktor utama adalah latar belakang Ahmad Luthfi sebagai kader NU. Luthfi juga merupakan alumni PMII Surabaya, sebuah organisasi mahasiswa yang secara ideologis-kultural terkait erat dengan NU.

Hal ini membuatnya memiliki jaringan yang kuat di kalangan kader NU, termasuk dari Ikatan Alumni PMII Jawa Tengah, yang telah membentuk tim relawan khusus untuk mendukung pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin.

“Ada hubungan dekat antara Ahmad Luthfi dengan sejumlah tokoh NU karena Ahmad Luthfi merupakan kader NU dan alumni PMII Surabaya,” ucap Kholidul Adib.

Dukungan dari jaringan PMII memberikan dorongan signifikan dalam kampanye Ahmad Luthfi. Di sisi lain, Taj Yasin membawa daya tarik tersendiri sebagai putra KH. Maimun Zubair, seorang ulama sepuh yang sangat berpengaruh bagi warga NU, tidak hanya di Pantura Timur tetapi juga di berbagai wilayah lain di Jawa Tengah.

“Taj Yasin adalah putra KH. Maimun Zubair, seorang ulama sepuh yang sangat berpengaruh bagi warga NU. Pengaruh beliau sangat kuat, terutama di kalangan pesantren,” ungkap Kholidul Adib.

Keberadaan Taj Yasin dianggap menjadi jaminan bahwa pasangan ini akan mendapatkan dukungan solid dari kalangan pesantren dan keluarga besar NU.

Selain itu, dukungan dari partai politik yang memiliki basis massa NU, seperti PKB dan PPP, semakin memperkuat posisi Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dalam pemilihan ini. PKB di Jawa Tengah dipimpin oleh KH. Yusuf Chudlori, seorang tokoh yang sangat dihormati di kalangan warga NU, khususnya di wilayah Kedu.

“PKB dan PPP sebagai partai politik yang secara historis dan ideologis ada kaitan dengan NU juga melabuhkan dukungannya kepada Ahmad Luthfi-Taj Yasin,” jelas Kholidul Adib.

Lebih jauh, Taj Yasin, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, telah memiliki pengalaman dan jaringan luas di kalangan pesantren Jawa Tengah. Jaringannya di kalangan pesantren dinilai sangat kuat, terutama di wilayah basis tradisional NU.

“Kalangan pesantren sudah dirajut oleh Taj Yasin sejak beliau menjadi Wakil Gubernur Jateng,” papar Kholidul Adib.

Namun, ia juga mencatat bahwa dalam kompetisi Pilgub ini, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Meski pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin memiliki basis kuat di sejumlah wilayah, ada beberapa daerah yang masih didominasi oleh pasangan pesaing, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.

“Walau demikian, ada juga sejumlah kalangan di NU yang mendukung Andika Perkasa-Hendrar Prihadi, apalagi ketua tim pemenangannya KH. Uma Wahid, adik Gus Dur, yang juga memiliki pengaruh di kalangan warga NU di Jateng,” ujarnya.

Persaingan yang ketat membuat pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin harus bekerja keras untuk meraih dukungan lebih luas. Salah satu langkah strategis mereka adalah melakukan silaturahmi dengan tokoh NU dan pesantren guna menyamakan visi pembangunan Jawa Tengah ke depan.

“Ahmad Luthfi dan Taj Yasin sudah melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh NU dan pesantren guna menyamakan visi pembangunan Jateng ke depan,” jelasnya lagi.

Basis dukungan utama pasangan ini terletak di wilayah Pantura Timur dan Barat, sementara di wilayah Semarang Raya dan Solo Raya, pasangan Andika-Hendi masih memiliki keunggulan.

Untuk menghadapi daerah-daerah yang belum sepenuhnya aman, seperti Banyumas dan Grobogan, mantan Presiden Jokowi juga turun tangan dalam kampanye.

“Di daerah yang masih belum aman untuk Ahmad Luthfi-Taj Yasin, kemudian Jokowi ikut turun, seperti di Banyumas yang masih menjadi zona perebutan. Kemarin, Jokowi ikut kampanye, termasuk juga di Grobogan yang masih dominan Andika,” bebernya.

Menurutnya, keterlibatan Jokowi dalam kampanye merupakan upaya untuk mengamankan suara di daerah-daerah yang krusial. Meski persaingan masih dinamis, Dr. Kholidul Adib menilai bahwa secara keseluruhan peluang pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin cukup besar.

“Di atas kertas, hari ini peluang kemenangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin lebih besar,” ujarnya.

Namun, ia tetap mengingatkan bahwa politik selalu penuh kejutan, terutama di Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai basis kuat PDI-P.

“Jika Andika-Hendi dapat memenangkan Pilgub Jateng, maka itu sebuah keajaiban,” tutupnya. (HS-08)

Peringati HUT ke-25, DWP Dinkominfo Blora Gelar Lomba Fashion Show Berkebaya

Gelar Apel, Mbak Etik Ingatkan ASN Blora Tetap Netral Dalam Pilkada