in

Ada Sinyal Pemerintah Akan Naikkan Harga Pertalite dan Solar, Ini Respon Sejumlah Warga

Petugas SPBU di Semarang mengisi BBM di tangki kendaraan bermotor, beberapa waktu lalu.

HALO SEMARANG – Adanya sinyal kuat dari pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar, direspon oleh sejumlah warga. Kenaikan harga BBM yang kemungkinan besar terjadi disampaikan pemerintah karena pemicunya adalah anggaran subsidi negara untuk jenis Pertalite, Solar, bahkan Pertamax saat ini membengkak.
Saat ini, jenis Pertalite (RON 90) dengan harga Rp 7.650 per liter. Sedangkan untuk jenis Solar/Biodiesel (subsidi) dengan harga Rp 5.150 per liter.

Sejumlah warga, merasa keberatan akan adanya rencana pemerintah bakal kenaikan harga BBM subsidi tersebut. Salah satu pengemudi ojek pangkalan di Semarang, Rusdi mengatakan, dirinya sangat terdampak jika kenaikan harga BBM bakal terjadi lagi. Apalagi saat ini, sejak kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan jenis lainnya pada 1 April 2022 lalu, sudah dirasakan berat oleh warga. Karena kenaikan cukup berasa, yakni sebesar Rp 4 ribu per liter. Sebelumnya harga Rp 9 ribu perliter, saat ini menjadi Rp 13 ribu.

“Kalau Pertalite akan dinaikkan seperti halnya Pertamax, ini bagi saya tidak masuk untuk operasional sehari-harinya. Sedangkan tarif jasanya yang dikenakan kepada pelanggan belum naik, pastinya tambah berat terutama bagi masyarakat bawah,” ujarnya, Minggu (14/8/2022).

Senada dengan warga lainnya, Eko juga menyatakan, kenaikan harga BBM tentu akan dirasakan cukup berat. Apalagi, kondisi sekarang belum pulih betul perekonomian. “BBM kan menjadi kebutuhan primer masyarakat yang menggunakan kendaraan. Kalau subdisi dicabut terutama untuk Pertalite dan Solar, akan berdampak sekali bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu “Liluk” Winarto menegaskan, dirinya berharap pemerintah mempertimbangkan lagi dan benar-benar mengkaji dan mengevakuasi rencana kenaikan harga BBM. Karena beberapa waktu lalu telah menaikkan harga Pertamax yang cukup memberatkan masyarakat. “Jangan sampai ditambah lagi dengan adanya kenaikan harga Pertalite yang justru paling banyak dipakai masyarakat untuk kebutuhan moda transportasi,” tandasnya.

Seharusnya, lanjut Liluk, sapaan akrabnya, pemerintah bisa membuat skala prioritas, agar tidak makin membebani masyarakat. Saya kira menaikkan harga jenis Pertalite bukan soluai, perlu dikaji dan evaluasi lagi dengan matang. Meski kenaikan BBM karena dipicu untuk menyesuaikan dengan harga minyak dunia, saya rasa ini harus dicarikan solusinya,” pungkas Liluk.(HS)

Tinjau Pembangunan Jembatan Kali Bulanan, Bupati Kendal: Ini Adalah Akses Strategis Empat Kecamatan

47 Kantong Darah Dihasilkan dari Kegiatan Donor Darah Pemuda Pancasila Kendal