in

Ada Keluhkan Harga Beras yang Melambung, Ini Tanggapan Bupati Kendal

Foto ilustrasi beras.

HALO KENDAL – Kenaikan harga beras di pasaran Kendal yang dikeluhkan sejumlah warga dan pedagang mendapat tanggapan dari Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, usai acara Pisah-Sambut Dandim 0715/Kendal, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Kamis (22/2/2024).

“Ya masalah sembako kan berlaku hukum dagang ya, yaitu ada supply and demand. Sehingga saat supply-nya tinggi, kemudian demand-nya sedikit pasti akan membuat harga turun. Begitu juga saat suppy-nya turun, kemudian demand-nya tinggi maka harganya akan naik. Karena pasti ada rantai pasoknya, dan itu harus segera diidentifikasi,” ujarnya kepada awak media.

Bupati menyebut, saat ini pihaknya sedang menunggu apa yang menjadi upaya dan langkah dari pemerintah pusat. Karena menurutnya, kenaikan harga beras bukan hanya terjadi di Kendal, melainkan juga di seluruh Indonesia.

“Apakah ini dikarenakan menjelang bulan puasa, seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya. Supaya pemerintah pusat dapat mengidentifikasi permasalahan itu, kemudian kita dari pemerintah daerah akan mensupport program-program apa yang akan dijalankan. Apakah kita akan menjalankan operasi pasar dan sebagainya,” bebernya.

“Tapi kita sudah mengantisipasi di Kendal, apabila keputusan itu yang akan diambil dari pemerintah pusat, sehingga kita akan bersinergi untuk menjalankan di Kabupaten Kendal. Dan sementara ini masih aman,” imbuh Bupati.

Sebelumnya, salah seorang warga Kendal, Hidayah, mengaku dirinya membeli beras lokal dengan harga Rp 16.000 per kilogram. Padahal harga sebelumnya Rp 11.000 – Rp 12.000 per kilogram.

“Saya beli beras biasa sekarang harganya Rp 16.000 per kilogram. Kenaikannya sudah ugal-ugalan ini. Padahal stok beras di Kendal informasinya aman,” ujarnya dengan nada kesal saat ditemui di Pasar Kendal.

Hidayah berharap, ada upaya dari pemerintah untuk segera menstabilkan harga beras yang terus merangkak naik. Supaya masyarakat kecil seperti dirinya, tidak diberatkan.

“Kemungkinan harga beras di Kendal akan terus naik. Untuk itu saya berharap kepada pemerintah, segera turun tangan untuk menstabilkan harga beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Supaya masyarakat kecil seperti kami, tidak diberarkan,” ungkapnya.

Bukan hanya pembeli, kenaikan harga beras juga dikeluhkan para pedagang. Karena dampak kenaikan, membuat pedagang banyak mendapat komplain dari pelanggannya.

Seperti diungkapkan pedagang beras di Pasar Kendal, Milatul. Meurutnya, kenaikan harga beras sudah terjadi dalam satu tahun terakhir. Kenaikan harga beras bukan hanya jenis beras premium saja, tapi beras lokal juga naik drastis dari harga normal.

Dirinya berharap, supaya harga beras di pasaran bisa kembali stabil. Pasalnya dirinya tidak mau selalu dikomplain oleh para pembeli yang bilang kalau harga beras terus naik.

“Harga beras lokal dari Rp 10 ribu, menjadi Rp 15.500 per kilogram. Kemudian beras jenis mentik biasa, sebelumnya Rp 12.500 kini harganya Rp 17 ribu per kilogram. Sedangkan untuk mentik wangi super mencapai Rp 18 ribu, dari sebelumnya Rp 14 ribu per kilogram,” beber Milatul.(HS)

Pemprov Jateng – Queensland Akan Perkuat Kerjasama Berbagai Bidang

Jaga Tubuh Agar Tetap Sehat dengan Rutin Olahraga