HALO TEMANGGUNG – Sebanyak 1.000 pemain dari 22 grup drumband, memeriahkan perayaan hari lahir Ke-89 Ansor-Banser di Kabupaten Temanggung.
Sambil menyusuri jalan protokol hingga Alun-alun, mereka menghibur masyarakat dengan menampilkan sejumlah atraksi serta hasil kreasi.
Beberapa di antaranya adalah mengarak patung dengan karakter Semar.
Selain itu, mereka juga membentangkan bendera merah putih sepanjang 89 meter.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Temanggung, Al Khadziq; Ketua DPRD Yunianto; dan sejumlah pengurus GP Ansor.
Bupati Al Khadziq mengapresiasi tampilnya sebanyak 1.000 pemain drumband dari 22 kelompok, tampil dalam acara ini.
Ia mengatakan, apel ini untuk menunjukkan bahwa betapa besar Ansor-Banser, dan bersyukur Ansor telah berusia 89 tahun, usia yang tidak muda lagi, lebih tua dari usia Republik Indonesia.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Temanggung saya mengucapkan selamat Harlah Ansor ke-89 dan berharap keberadaan Ansor-Banser semakin barokah, manfaat untuk seluruh masyarakat, serta jam’iyahNahdlatul Ulama. Kita bersyukur merayakan kesetiaan dan pengabdian Ansor. Indonesia hari ini menjadi negara yang baldatunthoyibatunwarobunghofur di bawah pimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin,” kata dia, seperti dirilis temanggungkab.go.id.
Dikatakan, melalui kegiatan ini, Ansor mensyukuri pengabdian, kesetiaan, menjadi benteng para ulama dan kyai, sehingga Indonesia menjadi negara yang berkesejahteraan, berkeadilan, maslahah, masyarakatnya penuh dengan barokah.
“Alhamdulillah, di Temanggung dirayakan dengan meriah, drumband Banser-Ansor keluar semua hari ini, drumband-drumband alumni Sidoarjo 1 Abad Nahdlatul Ulama. Ansor akan terus mengabdi, terus menjadi benteng kyai, akan terus berdiri di tengah semua golongan, mempersatukan semua masyarakat, tetap moderat dan menjadi penyeimbang. Saya yakin Ansor akan semakin solid, jangan sampai terjebak dalam politik aliran, politik identitas yang memecah belah bangsa,” terangnya.
Ketua PC Ansor Temanggung, Sukron Wahid, mengatakan angka 89 bermakna dalam bahasa Jawa “wolu kalih songo”, kalau disingkat menjadi “lungo”.
Maka sebagai kader Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh hanya berdiam diri saja, tetapi harus “lungo” dalam artian harus pergi / bergerak, dalam rangka aktifitas untuk kemaslahatan dan kemanfaatan masyarakat banyak.
“Maka cocok sekali hari ini kita tandai peringatan hari lahir GP Ansor ke-89 ini dengan parade 1.000 drumband. Kita harus bergerak bersama-sama dalam rangka memberikan kemanfaatan,” katanya. (HS-08)