in

Sehari Jelang Lebaran, Pasar Kembang di Kendal Mulai Ramai Pembeli

Para penjual dan pembeli di Pasar Kembang Penyangkringan, sudah mulai ramai sejak Jumat (21/4/2023) pagi.

HALO KENDAL – Jelang Lebaran yang ditetapkan pemerintah Sabtu (22/4/2023), masyarakat mulai berburu bunga hias di pasar kembang tiban (dadakan) di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Kendal. Seperti dilakukan warga Weleri dan sekitarnya, yang mulai berburu bunga atau kembang di Pasar Penyangkringan, Jumat (21/4/2023).

Hal ini warga lakukan, karena sudah menjadi tradisi turun temurun warga Kendal, setiap Lebaran menghias rumahnya dengan bunga atau kembang.

Pasar kembang di Pasar Desa Penyangkringan sudah mulai digelar sejak Kamis pagi (20/4/2023) hingga malam Takbiran, Jumat (21/4/2023). Tampak puluhan pedagang dari Weleri dan luar Kendal, seperti Ungaran, Bandungan dan Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang sengaja “mremo” menjual beraneka bunga atau kembang.

Salah seorang pedagang, Juminah yang mengaku datang dari Gedong Songo, Kabupaten Semarang menjelaskan, kebanyakan warga mencari bunga sedap malam, panca warna, krisan, mawar, dan bunga jarum.

“Setiap tahun menjelang Lebaran, memang saya berjualan kembang di Pasar Weleri ini. Kembang yang banyak dijual dan laku adalah sedap malam, krisan, dan mawar. Selain itu, pembeli juga suka mencari yang sudah rangkaian dari beberapa bunga atau satu paket,” jelasnya.

Juminah menyebut, untuk harga bunga sedap malam harga satu batang Rp 25 ribu. Sedangkan untuk satu ikat atau paket bunga campuran harganya mencapai Rp 100 ribu.

“Alhamdulillah setiap tahun berjualan kembang di Pasar Weleri tahun kemarin bisa meraih omzet Rp 2,5 juta. Bahkan tahun sebelumnya saat pandemi Covid-19, saya bisa meraih omzet Rp 4 juta lebih,” ujarnya.

Salah seorang pembeli, Listyowati warga Weleri mengaku, menjelang Lebaran dirinya pasti membeli kembang sedap malam untuk ditaruh di ruangan tamu selama Lebaran.

“Ini sudah tradisi turun-temurun keluarga kami. Setiap tahun saat Lebaran saya selalu membeli kembang. Selain untuk ditaruh di ruang tamu, juga untuk nyekar (ziarah) di makam orang tua atau leluhur,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Aris Supriyanto mengatakan, dengan dikelolanya pasar bunga atau kembang oleh BUMDes, dihadapkan mampu meningkatkan perekonomian UMKM.

“Selain penjual dari luar daerah, Alhamdulillah banyak warga kami yang berjualan di sini. Semoga pasar kembang yang digelar setiap menjelang Lebaran, bisa terus dilestarikan dan ditingkatkan. Karena sudah menjadi tradisi turun-temurun,” ungkapnya.(HS)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Jumat (21/4/2023)

Sambut Mudik Lebaran 2023, Honda Hadirkan Lebih Banyak Posko Serta Dealer Siaga