in

Diskominfo Jepara Ingatkan Berhati-Hati Dalam Bermedia Sosial

Pertemuan Penggiat Media Sosial (Foto : jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Puluhan masyarakat Kecamatan Kedung, menghadiri acara Pertemuan Penggiat Media Sosial yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jepara di Okasan Cafe Kedung, Rabu, (12/4/2023).

Hadir dalam acara Bustanul Arif, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jepara; Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Jepara, Muslichan;  dan penggiat media sosial, Agus Edy Lutfi.

“Jauh sebelum media sosial dikembangkan, internet menjadi dasar dalam perkembangan teknologi dan informasi,” ujar Edy.

Menurutnya internet menjadi modal awal adanya media sosial, karena mampu menghubungkan pengguna satu dan lainnya, melintasi kota, pulau, negara, hingga benua.

Dalam perkembangannya, pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat ketiga terbanyak di dunia.

“Internet saat ini berkembang signifikan, yang dapat mengendalikan ekonomi, bisnis, hingga rumah pintar (smarthome),” kata Edy.

Selain itu, banyak manfaat internet apabila digunakan secara positif. Dia menyebutkan di antaranya sebagai media promosi, informasi, komunikasi, transaksi elektronik, dan sosial media.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada empat karakteristik media sosial. Pertama pesan yang disampaikan kepada banyak orang, pesan yang disampaikan cenderung bebas, pesan yang disampaikan cenderung cepat dibanding media lainnya, dan waktu interaksi ditentukan oleh penerima pesan.

“Kita berhak menggunakan media sosial, tapi kita harus mengetahui batasan batasannya. Jangan sampai merugikan diri dan orang lain yang dapat berakibat fatal hingga berurusan dengan hukum,” pesannya.

Muslichan menjelaskan berita palsu (hoaks), sudah muncul bahkan ketika media sosial pertama diluncurkan.

Sehingga sejak pemilihan umum (pemilu) pertama kali diselenggarakan di tahun 2004, peredaran hoaks sudah mulai terdeteksi.

“Kita boleh mendukung partai A, B, C itu hak kita yang dilindungi konstitusi negara. Yang paling penting, pilihlah sesuai hati nurani,” kata Muslichan.

Dirinya yakin demokrasi Indonesia akan semakin maju, mengingat pertumbuhan pendidikan di Indonesia juga semakin meningkat.

Sehingga harapannya kecurangan dalam praktik pemilu seperti politik uang, kampanye hitam, dan lainnya akan semakin berkurang.

Selanjutnya, ia menjelaskan mengenai beberapa elemen berita hoaks. Di antaranya menggunakan kalimat persuasif dan cenderung memaksa, artikel penuh huruf kapital dan tanda seru, informasi yang disampaikan tidak aktual, dan hanya berisikan opini bukan fakta.

Selain itu terkesan menakut-nakuti dan meneror, provokatif, menghujat perorangan atau golongan, dan memuji secara berlebihan.

“Kalau berita online, usahakan mendapatkan berita dari domain resmi, seperti go.id, .com, .co.id. dan id. Jika domainnya blogspot.com atau yang kurang dikenal, dapat dipastikan berita tersebut kurang dapat dipercaya,” tandasnya.

“Kita ini negara kepo, kepengen tahu dan pengennya cepat-cepat kasih tahu. Kalau bisa kita harus berhati-hati agar tidak menyesatkan,” kata Bustanul Arif.

Menjelang tahun politik, Bustanul Arif mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedia sosial.

Pasalnya, akhir-akhir ini sudak marak berita bohong yang berkaitan dengan isu politik.

Dirinya berharap masyarakat dapat menyaring dan menangkal informasi sebelum nantinya disebarkan ke jenjang yang lebih luas. (HS-08)

Pasar Murah Pemkab Demak di Desa Bogosari, Selisih Harga Bisa sampai 50 Persen

Pemkab Jepara Dukung Yayasan Gaperto Gelar Lomba Baca Puisi Kreatif Tingkat Nasional