in

Belum Seratus Persen Rampung, PKL Alun-Alun Kaliwungu Sudah Mulai Pindah ke Shelter

Para PKL yang biasa berjualan di Alun-alun Kaliwungu, mulai berbenah dan menempati shelter yang dibangun di eks Kawedanan Kaliwungu, Kamis (30/3/2023).

HALO KENDAL – Terhitung mulai 1 April 2023, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di kawasan Alun-alun Kaliwungu akan menempati bangunan shelter yang telah disiapkan. Karena itu terpantau, Kamis (30/3) kemarin pedagang sudah mulai menata lapaknya masing-masing di dalam shelter.

Selama ini sekitar 300-an pedagang tersebut berjualan di trotoar atau tepi jalan, sambil menunggu pembangunan shelter selesai. Karena adanya kegiatan revitalisasi alun-alun menjadi ruang terbuka hijau (RTH) atau taman.

Salah seorang pedagang, Sapuan mengatakan, sudah mulai menata dagangannya di shelter. Lapak jualan di shelter yang tersedia dengan ukuran 1,5 x 2 meter, dinilai terlalu sempit. Oleh karenanya pedagang harus pintar menata barang dagangannya.

“Ini lapaknya masih terlalu sempit. Belum lagi masih perlu pembenahan di bagian atap, supaya air hujan tidak masuk ke tempat jualan,” ujarnya, Kamis (30/3/2023).

Senada diungkapkan pedagang lainnya, Robert. Menurutnya, di shelter harus segera dibangun fasilitas umum seperti toilet, saluran air, dan tempat sampah. Fasilitas utama tersebut sangat penting, agar tidak merepotkan pedagang, terutama pedagang makanan.

“Kalau bisa secepatnya dibangun fasilitas pendukung shelter, seperti toilet, kamar mandi, tempat sampah dan saluran air. Supaya kalau hujan tidak terjadi banjir di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, sebenarnya pembangunan shelter memang belum selesai seratus persen. Namun, menurutnya, para pedagang sendiri yang meminta supaya segera menempati shelter.

“Memang belum seratus persen selesai. Yaitu tinggal melengkapi beberapa fasilitas pendukung, seperti toilet atau kamar mandi, saluran air, taman dan penataan tempat parkir. Tapi beberapa fasilitas tersebut akan diselesaikan tahun ini,” bebernya.

Dijelaskan, sesuai kesepakatan antara Disdagkop UKM Kendal dengan Paguyuban PKL, semua PKL harus sudah meninggalkan lapak lama paling lambat akhir bulan Maret 2023, dan untuk menempati bangunan shelter yang sudah disediakan.

“Kesepakatan kami dengan para pedagang kemarin, per tanggal 31 Maret 2023 mereka akan pindah semua ke shelter. Mereka juga sudah ada pembagian tempat. Ada zona pedagang pakaian, pedagang kuliner, dan semua itu sudah diatur,” jelas Ferinando. (HS-06).

Pj Bupati Batang Usulkan Perubahan Nomenklatur OPD

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Jumat (31/3/2023)