HALO KENDAL – Dengan mengendarai 32 mobil kelinci atau kereta mini, 700-an anak dari Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (IT) Robbani Kendal, diajak pawai berkeliling Kota Kendal, dalam rangka menyambut Bulan Ramadan 1444 Hijriyah, Selasa (21/3/2023).
Didampingi para guru, ustaz/ustazah, karyawan dan pengurus yayasan, anak-anak yang mengikuti kegiatan pawai terdiri dari Rumah Tahfidz, Kelompok Bermain (KB) atau playgroup, Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Yayasan Robbani Kendal.
Ketua Yayasan Rabbani Kendal, Ikhsan Mustofa mengatakan, kegiatan merupakan agenda rutin yang diselenggarakan pihaknya, dalam rangka rasa syukur dan menyambut bulan Ramadan.
“Alhamdulillah untuk tahun ini dibuat meriah, dengan berkeliling ke Ngilir, Bandengan, Sukolilan, ke Jalan Tentara Pelajar, kemudian Purin, Kebondalem dan kembali ke sini. Dengan kegiatan ini, anak-anak bisa tahu, oh sudah mau puasa,” bebernya.
Ikhsan menjelaskan, di bulan Ramadan nanti, seluruh siswa akan dilatih untuk menjalankan ibadah puasa, sesuai dengan kemampuannya. “Kalau yang untuk kelompok belajar dan taman kanak-kanak, tentu akan berbeda dengan para siswa SD maupun SMP. Insya-Allah kita juga akan mengadakan pesantren kilat, dengan mengajarkan anak bermalam di sekolah. Supaya merasakan menjadi santri,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Ikhsan, kegiatan dilaksanakan dalam rangka membangun Ukuwah Islamiyah dan kebersamaan dibangun sejak dini.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat luar biasa. Menandakan syiar kami diterima. Selain itu mungkin pasca pandemi. Karena saat pandemi, kita hanya melaksanakan jalan santai dengan peserta didik yang terbatas. Sesuai dengan unit masing-masing,” imbuhnya.
Sementara di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pendidkan Islam Terpadu (PDIT) Rabbani Kendal, Umi Kalsum menambahkan, untuk program pesantren kilat dibagi dalam beberapa kelompok.
“Misal untuk SD, hari ini kelas satu dan kelas dua, kemudian hari berikutnya kelas tiga dan kelas empat, dan selanjutnya kelas lima dan kelas enam. Sedangkan yang TK malah akan diajarkan bermalam di sekolah. Supaya bisa merasakan menjadi santri,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Umi, ada program tahunan, yaitu bingkisan Ramadan. Yaitu anak-anak diajarkan untuk berbagi kepada tetangganya. “Jadi masing-masing unit, bingkisan kita kumpulkan, kemudian disalurkan kepada tetangganya,” imbuhnya.(HS)