in

Patahan Weleri Berisiko Rendah, Warga Batang Tetap Waspada

Edukasi penanggulangan bencana, yang diikuti para pelajar di jenjang SMA dan SMK, di Gedung Olahraga SMAN 1 Subah, Kabupaten Batang. (Foto : batangkab.go.id)

HALO BATANG – Ratusan pelajar dari jenjang SMA / SMK sederajat mendapatkan edukasi seputar penanggulangan bencana yang rawan terjadi, seperti banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi yang disebabkan Patahan Weleri.

Edukasi diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, BPBD Jateng, dan PMI Jateng, di Gedung Olahraga SMAN 1 Subah, Kabupaten Batang.

Kepala Pelaksana BPBD Batang, Ulul Azmi mengatakan generasi muda patut memahami kerawanan gempa yang mungkin terjadi, akibat adanya Patahan Weleri.

Patahan ini membentang dari Desa Kuripan Subah hingga Desa Krengseng Gringsing, meskipun tingkat risikonya rendah.

“Sampai sekarang belum pernah terjadi gempa yang akibat patahan tersebut. Kalau pun sampai terjadi, kemungkinan skalanya rendah yakni di angka 3,” kata Ulul Azmi, seperti dirilis batangkab.go.id, baru-baru ini.

Menurut dia, jika patahan itu bergerak, maka yang mungkin dirasakan oleh penduduk, seperti getaran kecil seperti truk bertonase besar yang lewat di jalan raya.

Maka dari itu masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, karena patahan tersebut tidak akan menyebabkan gempa yang dapat merobohkan bangunan.

Menjawab tantangan dan modernisasi di dunia informasi, khususnya seputar kebencanaan, BNPB telah memiliki aplikasi InaRISK, yang berisi informasi tingkat bahaya suatu wilayah.

Informasi itu dilengkapi dengan rekomendasi aksi, untuk melakukan antisipasi secara partisipatif.

“Ketika mengklik aplikasi tersebut, akan muncul informasi tingkat ancaman dan risiko bahaya bencana hingga cara penanggulangannya sebelum hingga saat bencana terjadi,” jelasnya.

Para siswa juga mendapat edukasi dari Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, yang menekankan agar lebih mengintensifkan pelatihan sehingga anak lebih siap menghadapi kerawanan bencana yang muncul di Jawa Tengah.

“Warga tetap harus waspada adanya gas beracun di Batang yakni Kawah Timbang Dieng dan Kawah Sileri Banjarnegara. Warga di area tersebut harus dilatih mitigasi supaya lebih siap menghadapi kerawanan bencana yang terjadi,” ujar dia.

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, lembaga pendidikan harus menerapkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), sesuai Surat Keputusan Kemendikbud. Dengan membuat Tim Reaksi Cepat dan menentukan titik kumpul apabila terjadi bencana. (HS-08)

Gelorakan Semangat Pemilu Damai, Relawan Herviano Konsolidasi di Kendal dan Semarang

Waspada Investasi dan Pinjol Ilegal, BKSDM Kabupaten Tegal Gandeng OJK Gelar Edukasi Keuangan