in

Dibuat Lebih Megah dan Cantik, Anggaran Pembangunan Penari Denok di Taman Kaliwiru Semarang Capai Rp 1 Miliar

Patung penari Denok masih tertutup kain putih dibangun di Taman Kaliwiru, Candisari Kota Semarang, baru-baru ini.

PATUNG penari Denok atau tari Semarangan yang berada di Taman Kaliwiru, Kecamatan Candisari, Kota Semarang sampai saat ini masih dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) sebelum diresmikan. Nantinya, Taman Kaliwiru atau Taman Tari Semarangan ini bakal menjadi salah satu taman kota pasif di Kota Semarang, dengan dilengkapi patung penari Denok atau tari Semarangan.

Adapun total anggaran pembangunan pembuatan patung kinetik pertama ini mencapai Rp 1 Miliar. Dari anggaran awal pembangunan patung pada tahun 2022 lalu yang menelan sekitar Rp 500 juta, ditambah sekitar Rp 500 juta pada tahun 2023 ini.

Menurut Pencipta Penari Denok atau Tari Semarangan, Bintang Anggoro Putro menjelaskan, jika patung yang tengah dibangun diberi nama Patung Penari Denok. Sedangkan tamannya diberi nama Taman Tari Semarangan.

“Selain sebagai patung ucapan selamat datang, penari Denok juga sudah ditetapkan oleh Wali Kota Semarang saat itu sebagai tarian khas Kota Semarang pada tahun 1992,” terangnya, belum lama ini.

Disinggung tentang filosofi patung Penari Denok, Bintang menambahkan, patung tersebut menggambarkan budaya Kota Semarang yang multikultural, yakni percampuran budaya Cina, Jawa, dan Arab.

Kemudian, secara sosiologis, penari Denok menggambarkan masyarakat yang dinamis di wilayah pesisir. “Saya berharap patung Denok segera diresmikan oleh Pemkot Semarang dan menjadi ikon baru. Memang masih ada pengerjaan sampai ini mudah-mudahan bisa rampung tepat waktu dan dinikmati masyarakat,” imbuh pria yang juga pengajar di Unnes ini.

Terkendala Cuaca

Terkait pembangunan penari Denok, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Ali mengatakan, rencananya taman beserta patungnya sudah diresmikan sebelum bulan puasa, namun karena terkendala cuaca sehingga mundur lagi dari rencana awal.

“Kalau bisa diresmikan sebelum bulan puasa karena sempat terkendala dengan cuaca kemarin menyita waktu jadi penyelesaian pekerjaan mundur lagi. Jadinya peresmiannya setelah Lebaran Idul Fitri besok,” jelasnya, Minggu (12/3/2023).

Dikatakan dia, ada kekurangan patung penari sebelum diresmikan yaitu akan dibuat agar terlihat lebih cantik dan megah lagi. “Karena banyak yang melihat wajah patung belum ada senyumnya. Jadi agar patung di Kota Semarang ini terlihat cantik saat berputar,” imbuhnya.

Sedangkan anggaran pembangunan hingga diresmikan dan sempurna akan mencapai Rp 1 Miliar. “Tahun lalu sudah dianggarkan sekitar Rp 500 juta. Ada tambahan untuk selendang Rp 300-400 juta, serta ada anggaran untuk listrik menggerakkan mesin dan biaya perawatannya, jadi totalnya mencapai Rp 1 miliar,” paparnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu berpesan, setelah dibangun taman harus dirawat dengan baik. “Jangan sampai hanya bisa membangun taman kota yang bagus tapi tidak dirawat dan banyak yang rusak,” terangnya, usai acara Groundbreaking Taman Siranda, baru-baru ini.

Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu juga meminta nantinya tanaman yang ditanam disesuaikan dengan kondisi iklim Kota Semarang.

“Kalau tidak cocok dengan iklim, eman-eman nanti mati tidak bisa dinikmati keindahannya. Dengan adanya taman kota yang bersih, rapi dan indah orang akan banyak datang jadi jujugan masyarakat. Selain, menambah ruang publik, juga membuat suasana kota menjadi nyaman dan asri,” terang Ita.(HS)

Dishub Kota Semarang Siapkan Personel dan Rekayasa Arus Kendaraan di Titik Rawan Macet

Kunjungi Polifurneka Kendal, Menko PMK Ajak Warga Cegah Pernikahan Dini