HALO PATI – Sebuah cara unik dilakukan Gunarto, warga Desa Ngastorejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, beberapa waktu lalu. Saat daerahnya dilanda banjir hingga ketinggian lebih dari 50 sentimeter, dia dan keluarganya tidak ikut mengungsi, melainkan tinggal di rumah gubug, di atas pohon di depan rumahnya.
Gubuk di atas pohon itu, dibuat dari bambu berukuran sekitar 3×3 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter.
Tak sekadar tempat berteduh. Di dalam rumah pohon itu, juga dia tempatkan kasur untuk tidur dan beberapa peralatan untuk memasak.
Aksi nekat Gunarto ini pun mendapatkan perhatian dari Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, yang baru-baru ini mengunjungi Gunarto.
Dengan didampingi Kepala Dinsos P3AKB, Camat Jakenan, Kepala Desa Ngastorejo beserta perangkatnya dan Babinsa setempat, Henggar mengunjungi rumah Gunarto yang terendam air, untuk melihat rumah pohon yang ditempatinya.
Gunarto bersama istri dan kedua anaknya tinggal di rumah pohon yang dibuat di depan rumah tempat tinggalnya.
Setelah melihat dan berbincang dengan Gunarto, Pj Bupati kemudian memberikan bantuan uang tunai kepada Gunarto untuk sedikit meringankan bebannya.
“Saya datang ke sini mengunjungi Mas Gunarto beserta keluarganya dan mencoba memberikan bantuan operasional, untuk sedikit meringankan bebannya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” kata Pj Bupati, seperti dirilis patikab.go.id.
Henggar berpesan agar Gunarto beserta keluarganya lebih berhati-hati, karena rumah gubug yang dia bangun tidak sepenuhnya aman.
Gunarto berserta istri pun, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pj Bupati yang bersedia menengok dan memberikan bantuan.
Menurutnya, banjir di desanya sudah tiga kali selama akhir tahun sampai sekarang. Namun banjir terbesar terjadi pada bulan Maret 2023 ini. (HS-08)