HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perdagangan telah melakukan persiapan menyambut bulan Suci Ramadan dan Lebaran Idul Fitri tahun ini dengan menggelar event tradisi Dugderan di Kawasan Pasar Johar, Kota Semarang. Sedikitnya ada 165 lapak pedagang akan meramaikan tradisi Dugderan sebelum memasuki bulan Puasa.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, dari total sebanyak 165 lapak pedagang Dugderan yang telah terdaftar, saat ini sudah terisi 135 lapak. Dirinya optimistis semua lapak pedagang akan terisi penuh saat dibuka peresmiannya pada Minggu (12/3/2023).
Dikatakan dia, meramaikan tradisi tahunan ini diisi juga selain lapak kuliner, pakaian, juga wahana hiburan. “Dan pada Jumat sore ini kami mulai melakukan persiapan, sebelum dibuka secara resmi pada Minggu (12/3/2023),” terangnya, usai acara syukuran dengan pedagang, Jumat (10/3/2023).
Ditambahkan dia, nantinya jam operasional pedagang dibuka dari pukul 09.00 WIB- 21.00 WIB. Tentunya pedagang dapat menyesuaikan dengan aturan buka tutupnya dari Pemerintah Kota Semarang.
Terkait pengaturan lalu lintas di sekitar area Dugderan, pihaknya akan berkolaborasi dengan panitia, seperti OPD terkait, kepolisian, TNI, Persatuan Pedagang Jasa Pasar (PPJP), Persatuan Pedagang Jasa (PPJ), dan pengurus Masjid Agung Semarang (MAS) atau Masjid Kauman.
“Guna menyemarakkan suasanaRramadan, kami juga akan menggelar rangkaian lomba masak dan rebana yang diikuti oleh para pedagang,” imbuhnya.
Di samping itu, puncak tradisi Dugderan juga akan digelar prosesi kirab budaya dari Balai Kota Semarang menuju Masjid Kauman. “Ini menandai serta menginformasikan kepada masyarakat bahwa masuk awal bulan Ramadan atau H-1 Ramadan. Tak hanya itu, pedagang kuliner, mainan, dan pakaian juga ditempatkan di alun-alun sendiri ada sebanyak 116 pedagang,” pungkasnya.(HS)