in

Buka RAT PKPRI, Bupati Sragen Minta Usaha Koperasi Dikembangkan

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2022 di Gedung PKPRI Sragen, Kamis (9/3/2023). (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Walaupun perekonomian belum pulih setelah dilanda pandemi Covid-19, Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kabupaten Sragen terbukti mampu bersaing secara sehat dan bertahan.

Koperasi ini juga mampu mengembangkan usahanya, dan menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu.

Hal itu diungkapkan Ketua PKPRI Kabupaten Sragen, Suwardi saat melaporkan kegiatan RAT Tahun 2022 di Gedung PKPRI Sragen, Kamis (9/3/2023).

Dia menjelaskan, RAT tahun ini merupakan RAT tahun kedua masa bakti kepengurusan 2021-2024.

Saat ini PKPRI memiliki jumlah anggota pengurus 82 orang dan yang aktif 80 orang.

“PKPRI memiliki anggota sebanyak 11. 828 orang, yang semuanya berada di dalam primer-primer anggota PKPRI Kabupaten Sragen,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.

Hal itu menunjukkan bahwa PKPRI memiliki 86 persen anggota, yang berasal dari pegawai aktif yang notabene adalah birokrasi.

“Sisanya adalah para purnatugas yang masih setia pada Koperasi,” kata Suwardi.

Saat ini PKPRI merupakan bagian dari PKPRI Provinsi Jawa Tengah, yang memiliki aset Rp 26,3 miliar dan menjadi  5 besar se Provinsi Jawa Tengah. Angka tersebut meningkat 2,09 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari ke-80 anggota yang aktif tersebut, memiliki total aset sebesar Rp 288,4 miliar, atau meningkat 0,09 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ke depan, pihaknya selain memiliki usaha pokok simpan pinjam, juga ingin membuka usaha lain seperti membuka toko grosir / pasar modern.

Namun hal itu masih memjadi pembicaraan dan kajian dengan para pengurus, mengingat memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Sementara Ketua II PKPRI Provinsi Jawa Tengah, Samiaji mengatakan aset PKPRI Kabupaten Sragen sangat luar biasa, karena mengalami kenaikan signifikan dan menjadi nomor satu di Solo Raya.

“Perlunya kehati-hatian dalam dalam usaha simpan pinjam kepada anggota karena berpotensi hilang. Sehingga perlu menjadi perhatian  kepada pengurus dan pengawas apakah uang itu betul-betul dimanfaatkan untuk apa. “katanya.

Untuk itu Ia meminta PKPRI Kabupaten Sragen untuk membuka usaha/bisnis lain. Misal kuliner atau usaha ritel lainnya. Dengan begitu dapat memberikan keuntungan jika membuka lapangan usaha.

“Di tempat kami di PKPRI Klaten, simpan pinjam hanya berjalan 30 %. Dengan membuka usaha bisa mendapatkan SHU yang besar. Seperti misalnya menjadi agen Pertamina,” terangnya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, yang pada kesempatan itu membuka RAT, menyampaikan apresiasi pada upaya pengembangan usaha, yang  akan dilakukan PKPRI Kabupaten Sragen.

“Saya tantang Koperasi PKPRI akan membuat apa. Apakah membuat toko / pasar modern. Atau menjadi agen Pertamina. Saya akan mendukung dan saya pastikan proses perizinan yang menjadi kewenangan Kabupaten Sragen akan kita bantu sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Bupati Yuni.

RAT dihadiri oleh Ketua PKPRI se- Solo Raya, Kepala Diskumindag Kabupaten Sragen dan seluruh pengurus PKPRI Kabupaten Sragen. (HS-08)

Bupati Karanganyar Minta Linmas Karanganyar Masuk BPJS Ketenagakerjaan

Aktivasi Bima Mobile, Bank Jateng Capem Pasar Kota Jepara Jemput Bola Nasabah